Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ilmuwan Berhasil Ubah Air Mata Jadi Aliran Listrik, Kok Bisa?

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Rabu 04 Oktober 2017 00:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 03 56 1787844 ilmuwan-berhasil-ubah-air-mata-jadi-aliran-listrik-kok-bisa-isYsdM5JUt.jpg (Foto: TrueMedia)

BERLIN - Sebuah tim ilmuwan Irlandia telah menemukan cara bagaimana mengubah putih telur dan air mata menghasilkan listrik. Para ilmuwan mencoba memberi tekanan pada protein yang ditemukan pada putih telur dan air mata akan agar menghasilkan listrik.

Dilansir dari Phys, Rabu (4/10/2017), para peneliti dari Institut Bernal, Universitas Limerick (UL), Irlandia, mengamati bahwa Kristal lisozim, protein model yang melimpah di putih telur burung, air mata, air liur, dan susu mamalia dapat menghasilkan listrik. Laporan mengenai penelitian ini diterbitkan pada 2 Oktober di jurnal Applied Physics Letters.

Kemampuan untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan tekanan dikenal sebagai piezoelektrik langsung. Piezoelektrik langsung memiliki material seperti kuarsa yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik dan sebaliknya.

Material semacam itu digunakan dalam berbagai aplikasi mulai dari resonator dan vibrator di telepon genggam hingga sonar samudera dalam hingga pencitraan ultrasound. Barang atau bahan yang memiliki piezoelektrik adalah tulang, tendon dan kayu.

"Sementara piezoelektrik digunakan di sekitar kita, kapasitas untuk menghasilkan listrik dari protein khusus ini belum dieksplorasi. Karena ini material biologis, tidak beracun sehingga bisa memiliki banyak aplikasi inovatif seperti lapisan anti-mikroba elektroaktif untuk implan medis,” ungkap Aimee Stapleton, penulis utama dan anggota dewan riset Irlandia EMBARK Postgraduate di Department of Physics and Bernal Institute of UL.

Penemuan ini mungkin memiliki aplikasi jangkauan yang luas dan dapat menyebabkan penelitian lebih lanjut di bidang pemanenan energi dan elektronik fleksibel untuk perangkat biomedis.

Aplikasi masa depan dari penemuan ini mungkin termasuk mengendalikan pelepasan obat dalam tubuh dengan menggunakan lisozim sebagai pompa yang dimediasi secara fisiologis yang mengais energi dari sekitarnya

(din)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini