Hebat! Papan Batu Berusia 1.400 Tahun Ungkap Pertandingan Bola Suku Maya

Dini Listiyani, Jurnalis · Rabu 04 Oktober 2017 02:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 03 56 1787980 hebat-papan-batu-berusia-1-400-tahun-ungkap-pertandingan-bola-suku-maya-WxFH44EkFh.jpg Papan Batu

CALIFORNIA - Dua ukiran yang menggambarkan Maya ballplayer beraksi telah memberikan pengetahuan baru tentang game. Tak hanya itu, ukiran itu juga disebut penting dalam menghubungkan komunitas yang berbeda.

Panel yang berasal dari 600-800 Masehi ditemukan di antara reruntuhan Tipan Chen Uitz yang telah lama hilang di Belize dan diyakini sebagai yang pertama dari jenisnya.

Lukisan menunjukkan pemain mengenakan sabuk pelindung mereka bersama hieroglif yang menyarankan bola memiliki lingkar setara dengan sembilan tangan. Pertandingan itu dimainkan selama dua minggu dan sumber menunjukkan kapten tim pemenang dipenggal, yang diyakini sebagai kehormatan besar.

Rumah bagi ribuan suku Maya, Tipan Chen Uitz memiliki kompleks megah yang peneliti temukan saat menggali monumen ballplayer ini.

"(Monumen ini) berbicara sejauh Tipan disematkan dalam hubungan politik yang sangat kompleks antara elit penguasa di wilayah Maya," kata pemimpin peneliti Christopher Andres dari Michigan State University kepada Live Science, yang dikutip dari Daily Mail, Rabu (4/10/2017).
 

Peradaban Maya berkembang di Amerika Tengah selama hampir 3.000 tahun, mencapai puncaknya antara 250 hingga 900 Masehi. Dicatat untuk satu-satunya bahasa tertulis yang dikembangkan sepenuhnya dari benua pra-Kolumbia, suku Maya juga memiliki seni dan arsitektur yang sangat maju serta sistem matematikan dan astronomi.

Peneliti pertama kali menemukan Tipan Chen Uitz pada 2009 setelah beberapa penduduk setempat memberitahu mereka tentang situs yang tak berdokumen di hutan dan setuju untuk membawanya.

"Kami semua mencubit diri sendiri karena kami tak menduga akan dibawa ke tempat yang sangat besar," kata Dr Andres.

"Monumen pada dasarnya tampaknya merupakan bagian dari facade di pintu masuk kompleks istana, di mana mungkin elit penguasa Tipan tinggal," tambahnya.

Ballgame diyakini telah dimainkan di seluruh peradaban Maya. Lapangan terbuat dari batu dan menjadi fokus banyak kota Maya dan menunjukkan kekayaan dan power-nya.

Kedua panel pertama kali ditemukan pada 2015. Salah satu dari mereka, yang disebut Monimen 3, terbagi dua dan awalnya berukuran 4,7 kaki dan tinggi 2,1 meter.

Hal ini menggambarkan pemain besar mengenakan sabuk pelindung dan memegang tongkat dengan pita yang terlepas, yang menurut para ahli bisa menjadi kipas.

Hieroglif mengatakan bahwa bola sembilan genggam yang bisa mengacu pada panjang material itu membuat bola atau keliling bola itu sendiri. Para ahli percaya bahwa tanggal itu mungkin bisa diterjemahkan menjadi 18 Mei 716 Masehi dan nama pemain yang ditulis dalam hieroglif bisa dipercaya sebagai 'Waterscroll Ocelot'.

Panel kedua, Monumen 4 berukuran 2,6 kaki dan tinggi 1,8 kaki. Pria itu mengenakan sabuk pengaman ballplayer dan para peneliti percaya itu menggambarkan momen sosok ini menekuk ke depan dan menyangga lutut kirinya, bersandar di tangan kirinya seolah mencoba menyerang bola.

Nama pemain bola, yang diterjemahkan sebagai 'bird of prey is mouth of celestial fire' juga terlihat di sebuah lapangan di zaman modern Guatemala yang disebut Naranjo.

Hal ini menunjukkan bahwa orang yang tinggal di Tipan memiliki koneksi dengan situs lain. Pengaruh Maya bisa dideteksi dari Honduras, Guatemala, dan El Salvador barat hingga sejauh Meksiko tengah, lebih dari 1.000 km dari daerah Maya.

(din)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini