Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata! Hacker Berhasil Bobol 3 Miliar Akun Yahoo!

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 04 Oktober 2017 14:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 04 207 1788521 ternyata-hacker-berhasil-bobol-3-miliar-akun-yahoo-zNYQ8sbxwR.jpg (Foto: Reuters)

CALIFORNIA – Yahoo! sebelum akhirnya tak lagi menjadi perusahaan independen sempat diserang hacker hingga sejumlah data pelanggannya bocor. Namun rupanya jumlah kebocoran data itu melebihi jumlah yang selema ini diketahui publik.

Yahoo! kali ini mengatakan bahwa semua akunnya sejumlah tiga miliar telah di-hack dalam pencurian data di tahun 2013, atau tiga kali lipat dari perkiraan sebelumnya mengenai ukuran pelanggaran terbesar dalam sejarah. Pelanggaran data tersebut tak hanya berdampak pada pengguna email Yahoo! namun juga pengguna layanan Flickr, dan fantasy sports.

Pengungkapan ini didasarkan pada intelijen baru yang diperoleh setelah akuisisi Yahoo! pada Verizon berlangsung. Padahal, pada saat itu Yahoo! mengatakan bahwa data pelanggan yang bocor sejumlah satu miliar.

Dilansir TechCrunch, Rabu (4/10/2017), peretasan ini dikatakan Yahoo! telah mencuri data seperti nama, alamat email, nomor telefon, tanggal lahir hingga kata sandi dan dalam beberapa kasus juga mencuri pertanyaan serta jawaban terenkripsi atau tidak terenkripsi.

Informasi yang dibobol tidak termasuk kata sandi dalam bentuk teks yang jelas, data pembayaran, atau rekening bank seperti disampaikan Yahoo! kepada penggunanya.

Pengakuan Yahoo! ini tentu saja menjadi pukulan besar tak hanya bagi kepercayaan publik namun juga Verizon yang telah mengakuisisinya.

“Verizon berkomitmen terhadap standar akuntabilitas dan transparansi tinggi, dan kami secara proaktif berupaya menjamin keselamatan dan keamanan pengguna serta jaringan jami dalam lanskap ancaman online yang berkembang,” kata Chandra McMahon, Chief Information Security Officer, Verizon.

“Investasi kami di Yahoo memungkinkan tim tersebut untuk terus mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan keamanan mereka, serta mendapatkan keuntungan dari pengalaman dan sumber daya Verizon,” imbuhnya.

Atas temuan tersebut Yahoo! memberikan himbauan kepada penggunanya untuk melakukan perubahan kata sandi dan membatalkan petanyaan dan jawaban keamanan yang tidak terenkripsi. Yahoo! juga menyarankan pengguna untuk meninjau aktivitas yang mencurigakan serta berhati-hati saat melakukan komunikasi terkait permintaan informasi data pribadi. Himbauan lainnya yakni pengguna diminta untuk menghindari klik link atau men-download lampiran dari email yang mencurigakan.

Sebelumnya, perusahaan yang lekat dengan warna ungu itu diakuisisi Verizon di tahun lau. Namun atas pelanggaran data yang terjadi, Verizon mendiskusikan pemotongan harga sebesar USD350 juta sebagai ganti peretasan di tahun 2013 dan 2014. Verizon kemudian menggabungkan bisnis Yahoo! dengan AOL yang bertujuan utuk menarik lebih banyak iklan internet. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini