Ternyata! Cahaya Matahari Terpantul ke Bulan Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 06 Oktober 2017 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 05 56 1789506 ternyata-cahaya-matahari-terpantul-ke-bulan-dijelaskan-dalam-alquran-dan-sains-yTS0VY3VvE.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Dahulu manusia meyakini bahwa Bulan bisa memancarkan cahayanya sendiri. Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan, manusia kini mengetahui bahwa cahaya matahari memantul di Bulan.

Dalam buku “Miracles of Alquran & As-Sunnah” dijelaskan, kata untuk menunjukan matahari dalam bahasa Arab adalah syams. Kata ini berarti siraj yang bermakna obor, wahhaj yang bermakna lampu menyala atau diya bermakna sinar kemuliaan. Tiga deskripsi ini tepat untuk matahari karena ia menghasilkan panas dan cahaya oleh pembakaran internal.

Sedangkan kata Bulan dalam bahasa Arab yang digunakan dalam Alquran adalah qamar. Kata ini dijelaskan Alquran sebagai Muneer yang berarti tubuh yang memberikan cahaya.

Baca juga: Allahu Akbar! Waktu Terjadinya Kiamat Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Sekali lagi, deskripsi ini sempurna dan cocok dengan sifat sebenarnya Bulan yang tidak mengeluarkan cahayanya sendiri dan tubuhnya sebagai materi pemantul cahaya matahari.

Alquran tidak pernah menyebut Bulan sebagai siraj, wahhaj, atau diya. Begitu pun sebaliknya, Alquran tidak pernah menyebut matahari sebagai noor atau muniir.

Baca juga: Masya Allah, Matahari sebagai Penentu Waktu Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Hal ini berarti bahwa Alquran mengakui perbedaan sifat antara sinar matahari dan cahaya Bulan. "Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?," Surah Nuh Ayat 15-16.

Rotasi Matahari

Dijelaskan dalam buku “Miracles of Alquran & As-Sunnah” bahwa fakta berputarnya matahari pada sumbunya telah banyak dicatat. Fakta ini dapat dibuktikan dengan bantuan alat canggih untuk mengambil gambar matahari.

Penelitian membuktikan bahwa akan muncul bintik-bintik pada matahari jika telah genap melakukan satu fase rotasi penuh yang memerlukan waktu 25 hari. Pada kenyataannya, matahari bergerak mengelilingi angkasa dengan kecepatan sekira 150 mil dan memakan waktu sekitar 200 juta tahun untuk menyelesaikan satu kali revolusi di sekitar galaksi Bimasakti.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini