Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sepakat! HP Akuisisi Bisnis Samsung dengan Dana Rp13,5 Triliun

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 06 Oktober 2017 17:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 06 207 1790251 sepakat-hp-akuisisi-bisnis-samsung-dengan-dana-rp13-5-triliun-VoBljlDHao.jpg (Foto: Reuters)

BEIJING – China akhirnya menyetujui pembelian bisnis printer Samsung Electronics oleh Hewlett Packard (HP) senilai USD1,1 miliar atau setara dengan Rp13,5 triliun. Meski begitu, kesepakatan ini disertai pembatasan tertentu karena kekhawatiran terkait dominasi pasar printer laser dalam negeri.

HP mengumumkan kesepakatan ini pada September 2016, dengan harapan mampu mengusik pasar fotokopi yang mencapai USD55 miliar. Perusahaan akan berfokus pada printer multifungsi dan mendorong teknologi pencetakan mobile dan cloud ke solusi produknya. Hal ini diharapkan terwujud saat transaksi ditutup dalam kurun waktu 12 bulan sembari menunggu tinjauan peraturan.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Perdagangan mengatakan pembelian printer laser format A4 oleh HP di China harus dilakukan dengan persyaratan yang wajar dan masuk akal. Perusahaan juga harus melaporkan harga dan data terkait ke kementerian setiap enam bulan.

“HP tidak boleh membeli saham pada produsen printer A4 lain di China, meskipun investasi ekuitas minoritas,” kata kementerian itu dalam pernyataannya.

“Ini tidak boleh menyesuaikan printer untuk membatasi kompatibilitas dengan pihak ketiga atau mengklaim dalam iklan bahwa printernya tidak kompatibel dengan pemasok lain,” ujarnya.

HP memperkirakan akan menutup akuisisi pada kuartal keempat, yang dijelaskan juru bicara perusahaan akan berakhir pada 31 Desember. Sayangnya ia menolak berkomentar terkait proses aturan kesepakatan itu. Disisi lain Samsung tak segera memberikan tanggapan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, HP akan menambahkan portofolio kekayaan intelektual mereka, lebih dari 6.500 paten print dan hampir 1.300 peneliti serta insinyur dengan keahlian dalam teknologi printer laser, pencitraan elektronk, dan printer supplies. Demikian seperti dilansir Reuters, Jumat (6/10/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini