Share

Serangga Ini Dikira Telah Punah Ratusan Tahun Lalu, Ini Wujudnya!

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Sabtu 07 Oktober 2017 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 06 56 1790531 serangga-ini-dikira-telah-punah-ratusan-tahun-lalu-ini-wujudnya-d4MUu2u0i1.jpg (Foto: Rohan Cleave, Melbourne Zoo)

TOKYO - Diperkirakan telah punah pada 1918, seekor serangga yang hidup pada 1960 telah teridentifikasi sebagai serangga tongkat Lord Howe Island. Spesies tersebut menghilang dari habitatnya di Pulau Lord Howe, Selandia Baru.

Dilansir dari Dailymail, Jumat (6/10/2017), para peneliti sekarang berharap dapat mengembalikan hewan yang telah lama menghilang tersebut kembali ke habitat aslinya. Para pendaki gunung di Piramida Ball pada 1960-an menemukan sisa-sisa serangga tersebut yang baru mati, sedangkan beberapa lagi ditemukan pada awal 2000-an.

Namun, sampai sekarang, terdapat beberapa keraguan apakah serangga tempel tersebut sama dengan serangga Lord Howe yang diperkirakan sebelumnya. Keraguan tersebut muncul karena para peneliti melihat perbedaan pada serangga tersebut dari bentuk yang diperkirakan sebelumnya.


Baca juga: Serangga Miliki Kemampuan Melihat seperti Manusia, Nih Penjelasannya!

Kini, para peneliti dari Institut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Universitas Okinawa yang menggunakan analisis genetik telah memastikan bahwa serangga tersebut benar merupakan serangga asli dari Lord Howe Island yang telah lama hilang. Untuk membuktikan hal tersebut, para peneliti mengurutkan genom mitokondria dari serangga yang ditemukan di Piramida Ball dan serangga Lord Howe Island yang telah di awetkan.

Ketika membandingkan genom, para peneliti menemukan bahwa DNA kedua serangga tersebut hanya menyimpan sebanyak 1%. Hal tersebut merupakan bukti yang cukup untuk mengatakan bahwa kedua serangga tersebut adalah serangga dari spesies yang sama.

“Dalam kasus ini, sepertinya kita beruntung karena kita belum kehilangan spesies ini selamanya,” ungkap profesor Alexander Mikheyev. Setelah penemuan tersebut, pemerintah secara resmi memberi dukungan untuk memperkenalkan serangga tersebut yang masih hidup ke habitat aslinya.

 
Baca juga: Awas! 5 Serangga Ini Punya Sengatan Paling Menyakitkan

Para peneliti berharap temuan mereka dapat bertindak sebagai pesan yang lebih besar terkait dengan konservasi binatang yang hampir punah. “Serangga tersebut menggambarkan kerapuhan ekosistem pulau dan khususnya, betapa rentannya perubahan buatan manusia dapat membuat spesies ini hilang dari peradaban. Tidak seperti kebanyakan cerita yang melibatkan kepunahan, ini memberi kita kesempatan kedua untuk melestarikannya,” tambah Mikheyev.

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini