Canggih! Peneliti Kembangkan Sistem VR Pengendali Robot Jarak Jauh

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Senin 09 Oktober 2017 05:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 06 56 1790545 canggih-peneliti-kembangkan-sistem-vr-pengendali-robot-jarak-jauh-e7gDa28ZHE.jpg (Foto: Jason Dorfman, MIT CSAIL)

WASHINGTON - Banyak pekerjaan manufaktur yang membutuhkan kehadiran fisik manusia untuk mengoperasikan mesin. Penemuan yang baru oleh peneliti dari MIT’s Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL) menghasilkan sebuah sistem Virtual Reality (VR) yang memungkinkan seseorang melakukan teleoperasi robot menggunakan Oculus Rift.

Dilansir dari Dailyscience, Jumat (6/10/2017), sistem ini membawa pengguna ke ruang kontrol VR yang berisikan beberapa display sensor yang akan membuat pengguna seperti berada di dalam kepala robot. Dengan menggunakan gerak tubuh, pengguna dapat mengatur gerakan mereka dan robot menyelesaikan beberapa tugas manufaktur.

“Sistem seperti ini pada akhirnya dapat membantu manusia mengawasi robot dari kejauhan,” ungkap Jeffrey Lipton, associate postdoctoral CSAIL dan penulis utama makalah. Ia juga menambahkan, dengan mengoperasikan robot dari rumah, pekerja kerah biru akan dapat melakukan teleoperasi dan mendapat keuntungan dari revolusi TI seperti yang dilakukan para pekerja kerah putih sekarang.

Para peneliti bahkan membayangkan bahwa sistem semacam ini dapat membantu mempekerjakan lebih banyak video gamer pada posisi manufaktur. Tim tersebut menunjukkan pendekatan kontrol VC dengan robot humanoid Baxter dari Rethink Robotics.

Namun mereka mengatakan bahwa pendekatan tersebut dapat bekerja pada platform robot lain dan juga robot yang kompatibel dengan perangkat HTC Vive. Terdapat 2 pendekatan utama untuk menggunakan VR sebagai teleoperasi, yaitu model langsung dan model cyber-physical.

Model langsung memungkinkan pengguna langsung bergabung dengan robot atau pengguna dapat merasakan bagaimana rasanya berada dalam robot namun secara virtual. Sedangkan model cyber-physical, pengguna akan terpisah dari robot, di mana pengguna berinteraksi dengan saluran virtual robot dan lingkungan, sehingga membutuhkan banyak data dan ruang khusus.

Sistem yang dikembangkan oleh tim CSAIL berada di tengah antara 2 model tersebut. Sistem ini meniru "model pikiran homunculus", yaitu gagasan bahwa ada manusia kecil di dalam otak yang mengendalikan tindakan, melihat gambar yang manusia lihat dan pahami untuk manusia.

Dengan menggunakan pengendali Oculus, pengguna dapat berinteraksi dengan kontrol yang muncul di ruang maya untuk membuka dan menutup grippers tangan untuk mengangkat, memindahkan, dan mengambil item. Seorang pengguna dapat merencanakan gerakan berdasarkan jarak antara marker lokasi lengan dan tangan mereka sambil melihat tampilan langsung lengan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini