Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wih! Jepang Bakal Pasok Listrik 117 Rumah Tangga via Sistem Microgrid

Agregasi Antara, Jurnalis · Sabtu 07 Oktober 2017 18:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 07 207 1790867 wih-jepang-bakal-pasok-listrik-117-rumah-tangga-via-sistem-microgrid-CVVUDrpAw4.jpg (Foto: NASA)

TOKYO – PanaHome Corporation, ENERES Co., Ltd, IBJ Leasing Co., Ltd. dan Public Enterprises Agency Hyogo Prefectural Government memulai pengembangan sistem microgrid, yakni sistem manajemen distribusi energi regional perkotaan. Pengembangan ini diketahui akan dimulai Oktober 2017.

Sistem microgrid akan memasok listrik ke-117 rumah tangga di Zona D4 Smart City Shioashiya Solar-Shima. Sistem ini didesain dan dikembangkan oleh PanaHome di Ashiya City, Hyogo Prefecture.

Pada 9 Agustus 2017, proyek itu terpilih sebagai bagian dari program subsidi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri di Jepang guna meningkatkan produksi energi lokal untuk konsumsi lokal dengan memanfaatkan karakteristik regional.

Proyek patungan ini dilakukan oleh PanaHome, ENERES, IBJ Leasing dan Public Enterprises Agency. Proyek tersebut berkonsep "Kota yang saling terhubung dengan energi untuk hidup."

PanaHome membeli tanah yang dikembangkan oleh Public Enterprises Agency. Panasonic Corporation dan City of Ashiya juga bekerja sama mengembangkan proyek ini. Bagian dari proyek itu memerlukan sistem microgrid yang pertama dimiliki Jepang

Energi surya akan digunakan untuk menerangi 80% atau lebih dari seluruh distrik perumahan, dimungkinkan dengan mengalirkan listrik dari perusahaan swasta ke distrik perumahan dan berbagi daya listrik antar rumah. Bahkan ketika aliran listrik yang biasanya di kawasan tersebut terganggu dalam keadaan darurat, jaringan listrik dari perusahaan swasta bisa terus memasok listrik melalui rangkaian khusus.

Jaringan listrik swasta memungkinkan pasokan listrik dan menetapkan tingkat daya secara fleksibel. Oleh karenanya, ini memberi manfaat bagi para pemilik rumah, yakni bisa menghemat biaya listrik 20%.

Tujuan penting lainnya adalah kontribusi terhadap lingkungan, terutama dengan memaksimalkan penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi emisi CO2. Ke depannya, proyek ini akan memberi solusi untuk berbagi daya listrik antar bangunan, mencegah pemadaman listrik di berbagai area di luar negeri di mana jaringan listriknya lemah, dan dalam memperlihatkan solusi tersebut di luar negeri.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini