Luar Biasa! Ilmuwan Gunakan Pelindung Magnetik untuk Lindungi Bumi dari Solar Flare

Lely Maulida, Jurnalis · Minggu 08 Oktober 2017, 06:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 07 56 1790885 luar-biasa-ilmuwan-gunakan-pelindung-magnetik-untuk-lindungi-bumi-dari-solar-flare-Zg1E4sYN4m.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA – Di era modern dan digital seperti saat ini, aktivitas manusia amat bergantung pada infrastruktur listrik. Ketika jaringan listrik mati, sistem kontrol berbagai perangkat seperti komputer akan mati, dan semua bentuk transaksi perdagangan, serta komunikasi elektronik akan terhenti.

Selain itu, aktivitas manusia di abad ke-21 ini juga semakin bergantung pada infrastruktur yang berada di Low Earth Orbit atau Orbit Bumi Rendah (LEO). Selain banyaknya satelit komunikasi yang saat ini berada di luar angkasa, ada pula Stasiun Luar Angkasa (ISS) dan satelit GPS.

Ketergantungan tersebut menjadi alasan aktivitas solar flare (semburan radiasi matahari) dianggap sebagai bahaya yang serius dan menjadi prioritas yang perlu diperhatikan.

Atas hal tersebut, para ilmuwan dari Harvard University baru-baru ini merilis sebuah studi yang mengusulkan solusi berani dengan menempatkan pelindung magnetik raksasa di orbit. Penelitian ini merupakan karya Manasavi Lingam dan Abraham Loeb dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysicist (CfA).

Solar flare menimbulkan risiko yang sangat besar untuk dunia saat ini, dan akan menjadi ancaman yang lebih besar lagi karena kehadiran manusia di LEO.

Solar flare telah menjadi perhatian selama lebih dari 150 tahun, sejak Carrington Event yang terkenal pada tahun 1859. Sejak saat itu, banyak upaya telah didedikasikan untuk mempelajari solar flare baik dari sudut pandang teoritis maupun observasi.

Berkat kemajuan yang telah dilakukan dalam 200 tahun terakhir di dunia astronomi dan eksplorasi ruang angkasa, banyak yang telah mempelajari fenomena yang dikenal dengan “space weather” (cuaca luar angkasa). Pada saat bersamaan, ketergantungan manusia terhadap infrastruktur berbasis listrik dan ruang angkasa juga membuat kita lebih rentan terhadap cuaca ekstrem.

Kerugian ekonomi kumulatif di seluruh dunia, menurut sebuah laporan oleh Dewan Studi Luar Angkasa tahun 2009 akan mencapai USD 10 triliun, dan pemulihan akan memakan waktu beberapa tahun.

Namun, seperti Abraham Loeb menjelaskan kepada Universe Today melalui email, ancaman dari luar angkasa ini mendapat perhatian yang jauh lebih sedikit daripada ancaman lainnya.

"Dari segi risiko dari luar angkasa, sebagian besar perhatian di masa lalu didedikasikan untuk asteroid.... Mereka membunuh dinosaurus dan dampak fisik mereka di masa lalu sama dengan yang akan terjadi di masa depan, kecuali orbitnya dibelokkan. Namun, solar flare memiliki sedikit dampak biologis dan dampak utamanya adalah pada teknologi," terangnya.

"Tapi seabad yang lalu, tidak banyak infrastruktur teknologi di sekitarnya, dan teknologi berkembang secara eksponensial. Oleh karena itu, kerusakannya sangat asimetris antara masa lalu dan masa depan," kata Loeb.

Untuk mengatasi hal tersebut Lingham dan Loeb mengembangkan model matematika sederhana untuk menilai kerugian ekonomi yang disebabkan oleh aktivitas solar flare dari waktu ke waktu. Selain itu, Lingham dan Loeb juga mempertimbangkan kemungkinan menempatkan pelindung magnetik antara Bumi dan Matahari.

Pelindung ini akan ditempatkan di Earth-Sun Lagrange Point 1, dimana ia bisa membelokkan partikel bermuatan dan membuat bowshock buatan di sekitar Bumi. Dalam hal ini,pelindung itu akan melindungi Bumi dengan cara yang sama dengan medan magnetnya, namun juga memiliki efek yang lebih besar.

Berdasarkan penilaian mereka, Lingham dan Loeb menunjukkan bahwa pelindung semacam itu secara teknis layak dilakukan berdasarkan parameter fisik dasarnya. Mereka juga bisa memberikan deadline yang belum sempurna untuk pembangunan pelindung ini, belum lagi beberapa perhitungan biaya yang masih kasar.

Dijelaskan Loeb, pelindung semacam itu bisa dibangun sebelum abad ini berakhir, dan memakan sebagian kecil dari biaya kerusakan yang diakibatkan oleh solar flare.

"Proyek rekayasa yang terkait dengan pelindung magnetik yang kami ajukan membutuhkan waktu beberapa dekade untuk dibangun di luar angkasa. Biaya untuk mengangkat infrastruktur yang dibutuhkan ke ruang angkasa (berat 100.000 ton) kemungkinan akan dipesan USD100 miliar, jauh lebih kecil dari perkiraan kerusakannya," jelasnya.

Ide untuk menggunakan pelindung magnetik dalam melindungi planet juga telah diusulkan sebelumnya. Misalnya, pelindung magnetik yang menjadi subjek presentasi pada "Workshop Planetary Science Vision 2050" tahun ini, yang diselenggarakan oleh Divisi Ilmu Pengetahuan Planet NASA (PSD). Pelindung ini direkomendasikan sebagai sarana untuk meningkatkan atmosfer Mars dan memfasilitasi misi awak kapal ke permukaannya di masa depan. Demikian seperti dilansir Science Alert, Minggu (8/10/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini