Tangkal Konten Pornografi, Kominfo Resmi Umumkan Pemenang Tender Mesin Sensor Internet

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Senin 09 Oktober 2017, 13:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 09 207 1791667 tangkal-konten-pornografi-kominfo-resmi-umumkan-pemenang-tender-mesin-sensor-internet-DMFPojvuoR.jpg Dirjen APTIKA, Semuel Abrijani Pangerapan (Foto: Moch Prima Fauzi/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hari ini mengumumkan pemenang tender pengadaan mesin penyensoran di internet. Dalam jumpa pers yang dilakukan di Gedung Kominfo, Senin (9/10/2017), PT INTI (Industri Telekomunikasi Indonesia) keluar sebagai pemenangnya.

PT INTI mengalahkan 72 peserta tender yang dibuka sejak Agustus 2017. Dari semua peserta yang mengikuti hanya 21 peserta yang mengirimkan dokumen prakualifikasi. Kemudian hanya 6 peserta yang dinyatakan lolos dari tahap tersebut.

Perusahaan yang lolos dari tahap prakualifikasi antara lain PT INTI, PT LEN Industri, PT Media Akses Global Indo, PT APLIKASI LINTASARTA, PT SIGMA CIPTA CARAKA, dan PT Nusantara Compnet Integrator.

Total investasi yang dikucurkan Kominfo untuk pengadaan mesin penyensoran tersebut ialah Rp194 miliar dari harga penawaran pertama senilai Rp198 miliar. Setelah mengumumkan pemenang, Kominfo juga membuka masa sanggah hingga besok, Selasa 10 September 2017.

Pengadaan mesin penyensoran ini sesuai dengan upaya pemerintah dalam melakukan penanganan konten negatif di internet yang terdapat pada UU 19/2016 Tentang Perubahan UU 11/2008 Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Hal berlandaskan pada UU 19/2016 Tentang Perubahan UU 11/2008 Informasi dan Transaksi Elektronik yang mengatakan pemerintah wajib melakukan pencegahan penyebarluasan dan penggunaan informasi elektronik yang memiliki muatan yang dilarang sesuai undang-undang," kata Dirjen APTIKA, Semuel Abrijani Pangerapan.

Instalasi mesin tersebut akan dilakukan pada Desember 2017. Sementara pengaktifannya sendiri akan dimulai pada Januari 2018. Semuel juga menambahkan bahwa pembayaran mesin penyensoran dilakukan secara lump sum atau dilakukan pemasangan terlebih dahulu kemudian dilakukan pelunasan.

Mesin sensor internet ini diharapkan mampu melakukan penelusuran konten negatif di internet secara otomatis. Konten negatif itu seperti situs-situs yang berisi konten pornografi serta judi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini