Wow! Hindari Paparan Radiasi Luar Angkasa, NASA Ubah DNA Astronot

Dini Listiyani, Jurnalis · Selasa 10 Oktober 2017, 03:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 09 56 1792015 wow-hindari-paparan-radiasi-luar-angkasa-nasa-ubah-dna-astronot-PGARhpLf0c.jpg (Foto: NASA)

NEW YORK - Radiasi kosmik merupakan salah satu ancaman yang akan dihadapi para astronot di Mars. Demi menanggulangi hal itu, para ilmuwan memutar otak untuk menemukan cara melindungi astrnot mereka.

Badan Antariksa, yang berencana mengirim penjelajah ke Planet Merah pada 2030-an, sedang mempertimbangkan penggunaan obat-obatan yang mengubah kode DNA krunya.

Cara ini bisa memperbaiki kerusakan yang diderita dari partikel energi tinggi yang akan memborbardir tubuh Marsonaut, sehingga menimbulkan risiko kanker dan penyakit lain yang lebih besar.

Kepala Teknisi pengambil tindakan NASA Dr Douglas Terrier membuat komentar di depan sebuah penampilan puncak inovasi Codex, yang diadakan di London.

Salah satu teknik yang sedang dikembangkan saat ini adalah NMW, sebuah senyawa yang diharapkan bisa memasuki uji klinis setelah terbukti meremajakan tikus berusia lanjut dalam uji laboratorium.

Selain itu, dipertimbangkan juga untuk membuat tweak atau perubahan yang lebih maju terhadap DNA astronotnya, meskipun implikasi moral dari langkah radikal semacam itu perlu ditangani.

Ini termasuk modifikasi epigenetik, yang mengubah cara gen dibaca oleh tubuh tanpa membuat perubahan pada kode DNA yang mendasarinya. Dengan menggunakan teknik semacam itu, ilmuwan NASA akan membuat volume pada satu instruksi genetik atau membungkam yang lain.

Hal ini bisa membantu mencegah kanker, demensia, dan penyakit terkait radiasi lainnya dari perkembangan, sekaligus meningkatkan ketahanan tubuh terhadap pengaruhnya.

Berbicara kepada The Times, Dr Terrier berkata, "Kami melihat berbagai hal. Dari terapi obat, dan ini tampaknya cukup menjanjikan, untuk hal yang lebih ekstrem seperti modifikasi epigenetik hingga manipulasi. Saya pikir mereka memiliki banyak konsekuensi etis sehingga mereka masih dalam tahap pemikiran eksperimental".

Luar angkasa merupakan rumah bagi radiasi partikel yang memiliki energi yang cukup untuk bertabrakan dengan keras dengan nukleas yang membuat dan melindungi jaringan manusia.

Tabrakan ini, yang dikenal sebagai tabrakan nuklir, kemudian bisa menghasilkan partikel baru saat radiasi masuk dan inti perisai pecah. Selain itu, ini juga bisa merusak DNA sel manusia, sehingga menimbulkan penyakit seperti kanker dan demensia.

Di Bumi, medan magnet planet ini melindungin manusia dari sebagian besar partikel ini, namun astronot akan menghabiskan bertahun-tahun terkena paparan.

Tindakan perlindungan lainnya yang diusulkan termasuk setelan lapis baja, plating terlindung dan medan gaya elektromagnetik, namun ini tidak mungkin terbukti praktis, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (10/10/2017).

Di samping itu, NASA juga mempertimbangkan penggunaan program kecerdasan buatan yang mampu mendiagnosis penyakit dan melakukan operasi robot di luar angkasa.

(din)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini