Masya Allah, Tanda-Tanda Kiamat Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 10 Oktober 2017 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 09 56 1792187 masya-allah-tanda-tanda-kiamat-dijelaskan-dalam-alquran-dan-sains-vD4CRLvJP3.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kabar kiamat dimulai pada 15 Oktober menyeruak baru-baru ini. Ahli numerologi David Meade percaya planet Bumi akan dihancurkan oleh tsunami, gempa bumi dan angin topan mulai tanggal tersebut.

Menanggapi prediksi hari kiamat tersebut Kepala Lembaga penerbangan dan antariksa nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa kabar itu merupakan hoax dan sama sekali tak dapat dipercaya.

Sementara ditinjau dari sisi Alquran dan Sains, kiamat memiliki beberapa tanda-tanda yang tampak. Dalam buku Tafsir Ilmi dengan tema Kiamat dalam Perspektif Alquran dan Sains, dijelaskan bahwa segala peristiwa pasti diawali dengan munculnya tanda-tanda.

Sebelum gunung berapi meletus misalnya, di sekitar kawasan tersebut biasanya terjadi lebih dulu hal-hal yang merupakan isyaratnya. Tanda-tanda itu seperti udara semakin panas, dedaunan mengering, hewan-hewan turun gunung, munculnya semburan asap dari kawah, dan sebagainya. Bila peristiwa seperti gunung api meletus itu memiliki tanda-tanda, maka kiamat yang merupakan peristiwa besar juga demikian.

Baca juga: Alam Semesta dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Tentang tanda fisik kiamat di Bumi, bahasan tentang kerusakan di darat dan laut adalah topik yang tidak bisa dilewatkan. Secara kasat mata dapat dirasakan bahwa Bumi semakin rusak. Hal ini bisa dilihat dari hutan yang semakin gundul dan mengakibatkan tanah longsor dan banjir.

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)," bunyi Surah Ar Rum Ayat 41.

Ulama kontemporer memahami makna al-fasad pada ayat tersebut sebagai terjadinya kerusakan lingkungan di darat dan laut. Indikasinya, temperatur Bumi naik (global warming), musim kemarau semakin panjang, air laut tercemar sampah, dan unsur kimia berbahaya.

Tanda-tanda lain terkait terjadinya kiamat ialah terbitnya matahari dari arah barat dan munculnya hewan melata dari dalam tanah. Secara nalar, terbitnya matahari dari barat adala hal mustahil.

Baca juga: Alquran dan Sains Jelaskan Indra Manusia Miliki Keterbatasan, Apa Saja?

Namun, ketika keadaan alam semesta mengalami kegoncangan dahsyat yang menyebabkan planet-planet termasuk Bumi, bertebaran dan bergerak liar karena rotasi masing-masing sudah tidak lagi teratur. Dengan demikian, kemungkinan terbitnya matahari dari barat bukan sesuatu yang mustahil.

Waktu Terjadinya Kiamat

“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di Bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" Surah Al-A’raf Ayat 187.

Hanya Allah yang tahu kapan kiamat tiba. Yang pasti, sesuai gambaran Nabi Muhammad, kedatangannya sudah dekat. Kiamat akan datang tiba-tiba saat manusia sibuk dengan urusannya. Kedatangannya merupakan peristiwa maha dahsyat hingga ibu-ibu menyusui akan meninggalkan begitu saja bayi-bayi yang sedang disusui.

Lebih lanjut buku Tafsir Ilmi mengungkapkan, dalam sebuah hadis dijelaskan, kiamat akan jatuh pada hari Jumat. “Sebaik-baik hari saat matahari terbit adalah Jumat; hari saat nabi Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan darinya. Dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat,” (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini