Nih! Cara Google Hadang Malware di Android

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 10 Oktober 2017 17:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 10 207 1792695 nih-cara-google-hadang-malware-di-android-mlCSulCvgW.jpg (Foto: Wccftech)

JAKARTA – Android menjadi salah satu sistem operasi yang tak luput dari incaran para hacker. Selain banyaknya pengguna yang menggunakan perangkat dengan OS tersebut, beragam aplikasi yang dengan mudah diunggah turut menjadi celah yang dimanfaatkan para hacker melancarkan serangannya.

Meski begitu, Google tak hentinya menerapkan beragam fitur dan update untuk melindungi OS besutannya. Raksasa teknologi itu bahkan rutin meng-update sistem keamanan Android untuk menghadang berbagai serangan siber.

Google Play diketahui menjadi salah satu sarana hacker untuk menyebarkan malware. Sebagaimana diketahui, Google Play menyediakan berbagai aplikasi yang dikembangkan oleh developer, sehingga saat aplikasi itu diunduh oleh pengguna sang hacker dengan mudah mencuri datanya tanpa sepengetahuan pengguna.

Menyadari hal tersebut Google menyematkan Google Play Protect untuk memastikan perangkat Android terlindungi dari berbagai serangan hacker.

“Karena begitu banyak pengguna Android, kami perlu improve sistem kemananan. Android merupakan platform open source tapi kami ingin Android memiliki keamanan yang baik,” kata Adrian Ludwig, Direktur Teknik untuk keamanan Android dalam video conference di Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Android juga ingin membebaskan pengguna dalam menggunakan berbagai aplikasi tentunya dengan sistem keamanan yang mumpuni. Kini Google Play Protect telah hadir di berbagai perangkat Android untuk memastikan keamanan tersebut.

Mulanya Google Play Protect hanya tersedia pada perangkat Android One semisal Nexus, Pixel dan Xiaomi Mi A1 yang belum lama ini dirilis. Namun kini, fitur tersebut telah tersedia untuk berbagai perangkat Android, meski terbatas pada perangkat yang menjalankan Android versi Gingerbread hingga Oreo.

“Google Play Protect seharusnya ada di semua perangkat selain Android One. Fitur itu tersedia di perangkat Android Gingerbread hingga Oreo. Itu juga tergantung dengan OEM-nya,” terang Ludwig.

Diakui Ludwig, Google juga merekrut SDM yang ditempatkan di berbagai negara untuk mengamankan semua perangkat Android yang kini mencapai jumlah dua miliar.

Tak hanya itu, perusahaan asal California tersebut juga menggunakan machine learning untuk menganalisis keamanan dari perangkat Android yang tersebar di berbagai negara. Dijelaskan Ludwig, machine learning mampu menganalisis lebih dalam sehingga lebih efektif untuk mengidentifikasi serangan yang menargetkan Android. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini