Subhanallah, Air sebagai Kebutuhan Vital Manusia dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 11 Oktober 2017 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 10 56 1792914 subhanallah-air-sebagai-kebutuhan-vital-manusia-dalam-penjelasan-alquran-dan-sains-vqdfX1Ztco.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Salah satu kebutuhan vital manusia adalah air, terutama untuk keperluan minum dan bersuci (taharah). Orang bisa bertahan hidup lebih lama tanpa makan, tetapi tidak tanpa air.

Air yang disediakan melimpah di Bumi pada dasarnya jumlahnya tetap, hanya saja terus bersirkulasi dengan sangat menakjubkan. Dari laut air menguap ke udara, lalu dibawa angin ke tempat tertentu menjadi tetesan-tetesan hujan yang membasahi Bumi.

Dalam buku Tafsir Ilmi 'Air dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan mengenai air sebagai kebutuhan vital manusia.

Baca juga: Manfaat Gerakan Salat dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Sebagian untuk kebutuhan langsung tetumbuhan, hewan, dan manusia. Sebagian terserap ke dalam tanah menjadi cadangan atau persediaan air tanah.

Sebagian yang lain bergerak menuju laut yang dapat dimanfaatkan berbagai jenis makhluk sepanjang perjalanannya, bahkan keperluan lebih besar, misalnya sebagai prasarana transportasi air.

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanaman yang daripadanya makan hewan ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan?," Surah As-Sajdah Ayat 27.

Menurut Ibnu Asyur, penggunaan kata ar-ru'yah (penglihatan) dalam ayat ini karena proses kesuburan Bumi oleh siraman air hujan dan tumbuhnya biji atau kecambah menjadi pohon atau tumbuhan setahap demi setahap merupakan proses yang dapat diamati dengan mata kepala.

Baca juga: Masya Allah, Tanda-Tanda Kiamat Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Demikian pula pergerakan awan yang mengandung uap air di atas permukaan Bumi (angkasa) digerakkan oleh angin dari satu tempat ke tempat yang lain. Penggunaan ungkapan as-sauq (nasuq) karena diumpamakan pergeseran awan oleh angin itu laksana pergerakan hewan melata yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain.

Proses-proses terjadinya hujan dari uap air merupakan mekanisme siklus (daur ulang) air yang ada di Bumi agar beredar dan memberi manfaat pada makhluk-makhluk yang ada di pegunungan, di lembah-lembah, dan tempat-tempat yang boleh jadi sangat jauh dari danau atau samudera luas.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini