Gokil! Bitcoin Tembus Angka Rp66 Juta per Koin

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 11 Oktober 2017, 18:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 11 207 1793495 gokil-bitcoin-tembus-angka-rp66-juta-per-koin-Lf5KF3SNgF.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA – Bitcoin kembali mencapai titik tertingginya dalam sejarah. Pencapaiannya ini terjadi disaat regulasi dan kritik diberbagai negara kini menerpa berbagai mata uang kripto.

Harga uang kripto itu kini melonjak melewati angka USD4.900 hingga bernilai USD4.926 atau sekira lebih dari Rp66 juta per koin. Ini merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah untuk uang kripto, seperti didasarkanpada data dari Bloomberg.

Meski telah mencapai harga tertinggi saat ini, beberapa pihak memperkirakan bahwa nilai Bitcoin akan merangkak hingga mencapai harga diatas USD5.000.

Menurut data yang dirilis Bloomberg, sebelumnya Bitcoin mencapai rekor harganya pada awal September dengan harga USD4.921. Namun harga tukar tersebut menurun drastis seiring dengan kabar pemblokiran di China dan ketidakjelasan regulasi Initial Coin Offerings (ICO), yakni metode penggalangan dana uang kripto.

Bitcoin kemudian mencapai titik terendah dengan harga mendekati USD2.900 per koin pada 15 September lalu. Akan tetapi sejak saat itu nilai tukarnya terus merangkak hingga mencapai rekor saat ini.

Belum lama ini, Presiden Rusia turut menambah ketidakpastian regulasi uang kripto sehingga mengindikasikan tindakan keraa atas uang digital tersebut dinegaranya.

Tak hanya itu, Korea Selatan turut mengikuti jejak China yang memblokir ICO. Keputusan ini ditempuh negara ginseng tersebut karena kekhawatiran akan potensi penipuan finansial.

Pada tahun ini, perusahaan di seluruh dunia telah mengumpulkan lebih dari USD1,8 miliar melalui ICO, yang melibatkan penjualan uang kripto yang baru dicetak berdasarkan Ethereal untuk membiayai pengembangan produk. Namun metode ini tak diatur seperti pasar saham mainstream.

ICO juga memiliki potensi untuk menipu investor, alhasil metode ini banyak menuai kritik.

Regulator di seluruh dunia termasuk Amerika Serikat (AS), Singapura, Hong Kong, dan Inggris telah memperingatkan perusahaan yang terlibat dengan ICO bahwa mereka kemungkinan melanggar undang-undang sekuritas. Dalam hal investasi mereka juga telah diperingatkan akan kemungkinan kehilangan uang yang mereka kucurkan. Demikian seperti dilansir Business Insider, Rabu (11/10/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini