Demi Salip Amazon, Alibaba Kucurkan Dana Rp203 Triliun untuk R&D

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 04:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 11 207 1793633 demi-salip-amazon-alibaba-kucurkan-dana-rp203-triliun-untuk-r-d-n1OPQdZWHO.jpg (Foto: Ubergizmo)

BEIJING – Tak hanya gencar melakukan ekspansi untuk bisnis digital, Alibaba juga berniat untuk ambil peran dalam industri lain. Alibaba kini akan menggelontorkan dana hingga USD15 miliar atau sekira Rp203 Triliun untuk mengembangkan teknologi generasi mendatang.

Dana yang terhitung dua kali lipat dari pengeluaran penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) perusahaan itu, mencakup pendanaan selama tiga tahun ke depan demi mendorong ekspansi bisnis dan mengekplorasi proyek-proyek yang mampu meningkatkan industri digital.

Alibaba berencana untuk mendirikan tujuh laboratorium penelitian dan mempekerjakan 100 ilmuwan di seluruh dunia. Hal ini dilakukan raksasa e-commerce itu untuk meneliti artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan), Internet of Things, quantum computing, seperti dijelaskan perusahaan melalui pernyataan resmi melalui email.

Bidang khusus lainnya meliputi machine learning, visual computing, dan keamanan jaringan. Program ini turut menandai peningkatan yang signifikan dari dana Litbang Alibaba, mengikuti langkah yang ditempuh Amazon dan Tencent dalam bidang yang turut berperan dalam mengubah industri. Rencana ini juga sesuai dengan ambisi regulator China yang ingin negaranya menjadi pemimpin global dalam AI.

“Laboratorium akan membantu memecahkan masalah yang saat ini dihadapi Alibaba di seluruh lini bisnisnya. Ini juga akan menjadi yang terdepan dalam mengembangkan teknologi generasi mendatang,” kata Jeff Zhang, Chief Ttechnology Officer Alibaba dalam wawancara dengan Bloomberg.

Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, investasi yang direncanakan Alibaba ini sebanding dengan USD6,4 miliar yang dikeluarkan perusahaan untuk litbang selama tiga tahun fiskal terakhir.

Program penelitian global Alibaba ini disebut Alibaba DAMO Academy (Discovery, Adventure, Momentum and Outlook). Program ini akan mendirikan laboratorium di China, Amerika Serikat (AS), Rusia, Israel, dan Singapura, serta berkolaborasi dengan beberapa universitas termasuk University of California di Berkeley. Profesor dari institusi seperti Princeton dan Harvard sendiri akan menjadi dewan penasehat.

Untuk saat ini, Alibaba telah memiliki 25.000 insinyur dan ilmuwan serta telah menghabiskan rata-rata 20 miliar yuan (USD3 miliar) setahun untuk penelitian. Demikian seperti dilansir Bloomberg, Kamis (12/10/2017). (lnm)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini