Akhirnya! Setelah 135 Tahun, Prasasti Ini Berhasil Diuraikan untuk Pertama Kalinya

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 01:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 11 56 1793695 akhirnya-setelah-135-tahun-prasasti-ini-berhasil-diuraikan-untuk-pertama-kalinya-y6v4yAXfmP.jpg (Foto: Shutterstock)

ANKARA - Sebuah batu Anatolia yang diperkirakan berusia 3.200 tahun yang menggambarkan seorang pangeran Trojan yang sedang berperang akhirnya telah diuraikan. Batu tersebut ditemukan 135 tahun lalu dan untuk pertama kalinya berhasil diuraikan.

Dilansir dari Dailymail, prasasti tersebut bercerita mengenai bangkitnya sebuah kerajaan yang kuat disebut Mira, yang memulai sebuah kampanye militer dan dipelopori oleh seorang pangeran bernama Maksus dari Troy. Ceritanya terperinci dengan jelas dari suatu masa ketika sebuah konfederasi bahwa para ilmuwan modern menyebut orang laut terbuang dan sebuah peradaban di Timur Tengah.

Kerajaan Mira, yang bergabung dalam penaklukan militer tampaknya merupakan bagian dari kelompok laut. Menurut simbol samar yang ada pada prasasti, kerajaan tersebut memainkan peran penting dalam invasi kerajaan orang laut atau Sea Peoples dan kerajaan tersebut juga membantu mengakhiri Zaman perunggu di Mediterania Timur.

Namun, beberapa ilmuwan telah mengemukakan kekhawatiran bahwa prasasti tersebut mungkin palsu. Pemikiran tersebut muncul karena lempengan itu sendiri diperkirakan sudah hancur pada abad ke-19, penulisan modern didasarkan pada salinan yang diduga ditarik oleh para ilmuwan saat itu.

Batu prasasti tersebut memiliki ukuran 29 meter dan ditulis dalam bahasa kuno yang disebut Luwian yang hanya dapat dibaca oleh beberapa orang saat ini. Beberapa perkiraan menyebutkan bahwa hanya terdapat 20 ilmuwan yang dapat membaca sistem penulisan Anatolia kuno saat ini.

Ahli bahasa Belanda independen, Dr Fred Woudhuizen, yang berbasis di dekat Amsterdam, sedang bekerja dengan peneliti lain untuk menguraikan teks tersebut. Dr Woudhuizen dan rekan-rekannya mengklaim bahwa pekerjaan tersebut sangat sulit, sehingga tidak mungkin ada orang yang dapat membuat salinan dari prasasti tersebut.

Prasasti itu bercerita tentang bagaimana Mira, yang teletak di wilayah Turki barat. Pangeran Muksus, seorang pangeran Trojan, yang memimpin sebuah ekspedisi angkatan laut untuk Mira yang menaklukkan Ashkelon, yang dikenal sebagai Israel sekarang dan membangun sebuah benteng di sana.

Setelah seorang raja Trojan bernama Walmus digulingkan, ayah Kupantakuruntas, Rasa Mashuittas menguasai Troy. Mashuittas dengan cepat mengembalikan Walmus ke takhta kota Zaman Perunggu dengan imbalan kesetiaannya kepada raja Mira meskipun ia bukan merupakan raja resmi Troy.

Pemimpin kuno tersebut malah menggambarkan dirinya sebagai penjaga Troy dalam teks tersebut. Ia meminta penguasa masa depan untuk menjaga Wilusa, nama kuno untuk Troy seperti yang dilakukan oleh Mira.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini