Kepunahan Massal Pengaruhi Penyebaran Hewan di Bumi, Nih Penjelasannya!

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 00:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 11 56 1793697 kepunahan-massal-pengaruhi-penyebaran-hewan-di-bumi-nih-penjelasannya-WPpXKoaKhm.jpg (Foto: Shutterstock)

WASHINGTON - Sebuah penelitian baru mengenai 2 dari 5 kepunahaan massal di Bumi ditemukan pada sejumlah kecil spesies liar. Spesies liar yang seram menyebar ke seluruh dunia saat Bumi pulih dari kepunahan massal.

Dilansir dari Dailymail, Rabu (11/10/2017), para peneliti mengatakan, temuan mereka sangat signifikan karena mereka dapat menjelaskan tingkat akhir modern dan bagaimana komunitas biologis dapat berubah di masa depan. Penelitian yang dilakukan oleh para periset di North Carolina State University dan North Carolina Museum of Natural Sciences, meneliti catatan fosil dari hampir 900 spesies vertebrata yang berusia antara 260 juta dan 175 juta tahun yang lalu.

Selama masa akhir Permian sampai periode Trias dan Jurasik awal, 2 peristiwa kepunahan massal terjadi. Dr David Button, penulis utama studi mengatakan bahwa pola serupa yang muncul setelah 2 kepunahan massal menyiratkan bahwa peristiwa kepunahan lainnya mungkin menunjukkan hasil yang sama, termasuk hilangnya keanekaragaman hayati.

“Kepunahaan massal tidak hanya mengurangi keanekaragaman hewan, namun juga mempengaruhi distribusi hewan dan ekosistem, atau biogeografi,” ungkap Button. Menurut para peneliti, salah satu spesies liar yang menyebar ke seluruh dunia setelah kepunahan massal adalah Lystrosaurus.

Baca juga: Peneliti Temukan Camilan Dinosaurus Herbivora, Apa Itu?

Lystrosaurus merupakan spesies pemakan tumbuhan dan merupakan mamalia awal yang memiliki gading untuk membantu menggali tanaman. Peristiwa kepunahan yang terjadi sekira 252 juta tahun yang lalu memungkinkan kelompok hewan baru berevolusi termasuk dinosaurus, buaya dan kerabat mamalia, serta kadal paling awal.

Sedangkan peristiwa kepunahan massal pada akhir Trias yang terjadi sekira 201 juta tahun yang lalu berhasil menghapus banyak kelompok di permukaan Bumi, menetapkan panggung bagi dinosaurus untuk mengambil alih.

“Peristiwa Permian akhir-permian menyebabkan sekitar 90 persen kehidupan laut dan 70 persen vertebrata darat menjadi punah, mungkin sebagai akibat perubahan iklim dari vulkanisme hiperaktif,” tambah Button.

Baca juga: Seram! Katak Raksasa Ternyata Menyantap Dinosaurus, Kok Bisa?

Dr Richard Butler, profesor palaeobiologi di University of Birmingham serta rekan penulis studi ini mengatakan bahwa kepunahan massal merupakan bencana global yang secara fundamental membentuk ekosistem baru kembali. Analisis baru yang mereka lakukan memberikan data penting yang dapat menunjukkan betapa besar kejadian kepunahan massal dan perubahan distribusi hewan saat itu.

"Rekaman fosil memiliki potensi untuk menguji hipotesis evolusioner dalam rentang waktu yang lama, yang tidak memungkinkan jika penelitian evolusioner terbatas pada tumbuhan dan hewan hidup," ungkap Dr. Martín Ezcurra, seorang peneliti di Museo Argentino de Ciencias Naturales serta rekan penulis studi.

Mengidentifikasi pola pada peristiwa kepunahan massal dalam rekaman fosil dapat membantu peneliti membuat prediksi tentang konsekuensi hilangnya keanekaragaman hayati saat ini.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini