OKEZONE STORY: Yuk! Kenalan dengan Johannes Kepler, Sosok yang Ada di Balik Hukum Gerak Planet

Dini Listiyani, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 10:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 12 207 1793844 okezone-story-yuk-kenalan-dengan-johannes-kepler-sosok-yang-ada-di-balik-hukum-gerak-planet-Tnv0T9WR6W.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Johannes Kepler merupakan satu satu tokoh penting di dalam revolusi ilmiah. Ia dikenal melalui hukum gerak planetnya.

Selain karena hukum gerak planetnya, Kepler juga dikenal karena karyanya dalam geometri, optik, dan filsafat. Prestasinya yang signifikan saat penemuan bintang Kepler,‘Astronomia Nova’, dan juga 'Kepler Conjecture'.

Di samping astronomi, Kepler berkonsentrasi pada matematika dan evolusi geometri. Dia muncul dengan ‘Kepler Triangle’ dan ‘Kepler Problem’, yang keduanya diterbitkan dalam tiga bagian, mempelajari berbagai aspek perkembangan geometrik, yang ditandai dengan ‘Pythagorean Theorem’ dan ‘Golden Ratio’.

Masa Kecil dan Awal Kehidupan

Johannes Kepler lahir di 27 Desember 1571 di wilayah Stuttgart, Jerman. Keluarganya diyakini sangat kaya ketika Kepler lahir, namun kekayaan keluarganya menurun drastis.

Ayah Kepler Heinrich Kepler mencari nafkah sebagai tentara bayaran dan meninggalkan keluarga saat Kepler berusia 5 tahun. Ibunya, Katharina Guldenmann seorang dukun dan penyembuh, yang bahkan mencoba sihir untuk mencari nafkah.

Meski begitu, Kepler mengembangkan minat untuk matematika dan sering membuat orang terkesan dengan kemampuan matematisnya. Di sisi lain, Kepler juga diperkenalkan pada astronomi sejak usia muda, di mana pada beberapa kesempatan ia mengamati berbagai komet dan gerhana dengan keluarganya.

Karir

Selama karir mengajarnya di sekolah Protestan Graz, Kepler menyatakan bahwa ia memiliki 'pencerahan' tentang rencana kosmis struktur alam semesta. Dalam mempertahankan pandangan Copernican-nya, Kepler mendemonstrasikan hubungan periodik planet-planet, Saturnus, dan Jupiter dalam zodiak.

Dia juga membahas rasio poligonal antara planet-planet, yang menyatakan bahwa ia yakin akan geometri alam semesta. Sebagian besar teori Kepler berdasarkan sistem Copernican berasal dari kepercayaannya tentang hubungan antara pendangan ilmiah dan teologis tentang alam semesta.

Dengan demikian, dia menghasilkan karya astronomi pertamanya dan mungkin salah satu karya astronom paling kontroversial yang disebut Mysterium Cosmographicum pada 1596.

Hal ini membangun reputasi Kepler sebagai astronom yang sangat terampil. Kepler membuat sedikit modifikasi pada terbitannya dan bahkan menggunakan karya ini sebagai dasar untuk proyek masa depannya.

Setelah publikasi 'Mysterium', Kepler menjadi ambisius dan memutuskan untuk memperluas jangkauan karyanya. Dia merencanakan empat publikasi tambahan yakni aspek stasioner alam semesta, efek langit di bumi, gerak planet, dan sifat fisik benda astral.

Dia bahkan mengirimkan proposalnya dan bekerja pada banyak astronom, yang dia ikuti dan idolakan untuk mendapatkan persetujuan mereka. Dalam satu pengejaran semacam itu, ia berteman dengan Tycho Brahe dan ia membahas berbagai fenomena astronomis dan surgawi.

Sementara itu, meningkatnya ketegangan religius di sekolah Protestan Graz menimbulkan ancaman pada pekerjaan Kepler, dan Kepler akhirnya memutuskan meninggalkan institusi itu untuk bergabung dengan Tycho dalam studi astronominya.

Pada saat Kepler bekerjasama dengan Tycho, mereka menghasilkan dan menerbitkan beberapa karya seperti ‘Astronomiae Pars Optica’, ‘Rudolphine Tables’, dan ‘Prutenic Tables’.

Rudolphine dan Prutenic Tables dipresentasikan kepada Emperor Rudolph II. Namun, Tycho meninggal mendadak pada 1601 dan Kepler diangkat sebagai ahli matematika kekaisaran dan dipercayakan tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah diusulkan Tycho.

Kepler bahkan menjabat sebagai penasehat astrologi utama kaisar. Selain itu, ia juga membantu kaisar pada saat terjadi masalah politik, dan melanjutkan studinya di bidang astronomi.

Pada 1610, Kepler mulai bekerja dengan Gelileo Galilei dan bahkan menerbitkan pengamatan teleskopinya sendiri di satelit, mengorbit sebagai planet. Pada 1611, Kepler mendesain teleskopnya sendiri untuk observasi astronomi dan memberinya nama teleskop Keplerian.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini