Kominfo Wajibkan Registrasi Pelanggan Prabayar, Ini Kata YLKI

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 14:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 12 54 1793922 kominfo-wajibkan-registrasi-pelanggan-prabayar-ini-kata-ylki-7KgVBtJJQG.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk mewajibkan registrasi pelanggan SIM Card prabayar. Hal ini seiring dengan disahkannya Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Dalam pengumumannya, Menkominfo Rudiantara, mengatakan cara ini sebagai langkah efisiensi dan tidak akan mengurangi jumlah pelanggan operator selular. Aturan ini pula untuk menghindari kebiasaan pakai-buang SIM Card yang dilakukan masyarakat.

Menanggapi keputusan Kominfo, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menyambut baik aturan tersebut. Menurutnya registrasi prabayar mutlak diberlakukan di Indonesia. Nomor prabayar yang diregistrasikan secara sembarangan kerap disalahgunakan oleh oknum untuk tindakan kriminal dan terorisme.

Baca juga: 31 Oktober, Beli SIM Card Baru Harus Pakai NIK

YLKI berharap agar pemerintah dapat konsisten menjalankan registrasi prabayar ini. Sebab peraturan mengenai registrasi prabayar bukanlah aturan yang baru. Selain itu, Tulus juga meminta pemerintah dan operator dapat menjamin keamanan informasi pribadi pelanggan.

"Di negara lain registrasi prabayar sudah diberlakukan sejak lama dan berjalan dengan baik. Saya berharap operator dan pemerintah dapat menjamin keamanan data pelanggan telefon selular. Sehingga penggunaannya dapat diawasi secara ketat. Jangan sampai data pelanggan disalahgunakan," kata Tulus dalam keterangannya, Kamis (12/10/2017).

Sebenarnya aturan registrasi bagi pelanggan prabayar telah dimulai sejak 2005. Namun belakangan ini masih belum didapatkan sistem yang dapat memvalidasi data diri pelanggan. Hadirnya sistem KTP elektronik (e-KTP) saat ini turut membantu dalam validasi tersebut melalui Ditjen Dukcapil.

Baca juga: Nih! Cara Registrasi Kartu Prabayar Terbaru

Langkah ini, kata Menkominfo Rudiantara, untuk memperbaiki sistem registrasi terdahulu. Oleh karena itu tak hanya calon pelanggan baru, aturan registrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) ini juga diberlakukan bagi pelanggan lama, baik yang telah maupun belum melakukan registrasi.

Adapun soal keamanan data, Direktur Jenderal Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan bahwa pelanggan tak perlu khawatir soal kebocoran data karena operator hanya diberikan otorisasi untuk menarik dan melihat data tersebut dari database mereka.

Sementara itu, Sekertaris Jenderal Pusat Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB, Ridwan Effendi, menganggap regulasi ini bisa menciptakan industri telekomunikasi menjadi lebih positif dan kompetisi yang lebih sehat di masa mendatang.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini