Bagian yang Hilang di Alam Semesta Akhirnya Ditemukan, Ini Ternyata!

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 03:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 12 56 1794211 bagian-yang-hilang-di-alam-semesta-akhirnya-ditemukan-ini-ternyata-Qw6Pg0aHnD.jpg (Foto: ESA)

LONDON - Bagian yang hilang dan paling sukar dipahami dari alam semesta telah ditemukan oleh 2 tim astronom. Para ilmuwan berpikir bahwa alam semesta terdiri dari materi biasa seperti materi gelap dan energi gelap.

Dilansir dari Dailymail, para ahli mengatakan, benda yang hilang dan akhirnya ditemukan tersebut terbuat dari partikel yang disebut baryon yang menghubungkan berbagai galaksi menjadi 1 melalui filamen gas panas. Filamen panas tersebut terdiri dari gas yang memiliki suhu antara 100.000 derajat celcius sampai 10 juta derajat celsius.

Partikel tersebut ditemukan oleh dua tim ahli dari University of Edinburgh dan Institut Astrofisika Luar Angkasa di Orsay, Prancis. Sementara teori filamen baryon telah diasumsikan oleh para ahli bahwa tidak pernah terkonfirmasi keberadaan karena gasnya yang sangat halus dan tidak cukup panas untuk diamati oleh teleskop sinar X.

"Tidak ada sweet spot - tidak ada instrumen manis yang belum kami temukan yang bisa langsung mengamati gas ini," ungkap Profesor Richard Ellis, seorang astrofisikawan di University College London yang tidak terlibat dalam studi tersebut.

Sementara para ilmuwan sebelumnya telah menduga gas baryon ada, kedua kelompok tersebut sepakat untuk mengamati benang partikel.

Kedua tim memanfaatkan fenomena yang terjadi saat cahaya tertinggal dari Big Bang melewati gas panas, yang dikenal dengan efek Sunyaev-Zel'dovich. Beberapa cahaya terpengaruh karena bertabrakan dengan partikel gas, meninggalkan lapisan kusam di latar belakang gelombang mikro kosmik.

Pada 2015, satelit Planck dari European Space Agency memetakan banyak efek ini ke seluruh alam semesta yang dapat diamati. Karena filamen gas di antara galaksi sangat lemah, tambalan redup yang mereka hasilkan tidak muncul di peta Planck secara langsung.

Dengan menggunakan peta alam semesta 3D yang diciptakan oleh Sloane Sky Digital Survey, kedua tim memilih galaksi yang kemungkinan akan dihubungkan oleh filamen. Mereka kemudian menggabungkan gambar Planck untuk area di sekitar galaksi masing-masing agar untai telanjang mereka dapat diamati.

Baron adalah partikel subatomik yang terdiri dari tiga partikel kecil yang disebut quark, yang merupakan blok bangunan fundamental dari sebagian besar materi alam semesta. Para periset mengemukakan bahwa untaian telanjang yang mereka amati mengisi kekosongan dalam prediksi manusia tentang materi reguler alam semesta.

Tim Edinburgh mengumpulkan lebih dari satu juta pasang galaksi untuk studi mereka, sementara tim Prancis mengumpulkan data sebanyak 260.000 pasang. Yang terakhir, yang dipimpin oleh ahli hidrofobik Dr Hideki Tanimura, menemukan bahwa hubungan gas tiga kali lebih padat daripada rata-rata untuk materi normal di alam semesta.

Tim Skotlandia menemukan untaiannya enam kali lebih padat - konfirmasi bahwa mereka cukup padat untuk membentuk filamen di antara galaksi. "Kami mengharapkan beberapa perbedaan karena kami melihat filamen pada jarak yang berbeda," ungkap Dr Tanimura.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini