Pelanggan Kartu Prabayar Wajib Registrasi Pakai NIK dan KK, Amankah?

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 16:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 13 207 1794822 pelanggan-kartu-prabayar-wajib-registrasi-pakai-nik-dan-kk-amankah-PEJBtq9wEd.jpg (Foto: NewsX)

JAKARTA - Baru-baru ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan sosialisasi mengenai kewajiban registrasi bagi pelanggan kartu SIM prabayar. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Pelanggan baru atau yang telah lama menggunakan kartu prabayar harus melakukan registrasi dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK). Meski demikian, belakangan ini muncul kekhawatiran soal keamanan data pelanggan.

Menurut Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Zudan Arif Fakrulloh, data pelanggan yang diakses oleh operator dijamin keamanannya. Sebab operator hanya diberikan akses untuk mengambil dan melihat NIK pelanggan dari database Dukcapil.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa jalur akses (VPN) yang digunakan operator tersebut telah terlindungi oleh teknologi enkripsi sehingga aman dari serang siber. Pengamanan ini sendiri, dikatakan Zudan, sudah diterapkan sejak 2010 lalu.

Baca juga: ATSI: Registrasi Pelanggan Kartu Prabayar Bantu Validasi Pelanggan Operator

"Aman kok. Operator hanya melihat NIK pelanggan. Mereka mengakses melalui VPN khusus dan itu sudah terenkripsi sejak 2010," ungkap Zudan saat pengumuman di Gedung Kominfo, beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, Kominfo kali ini menggandeng Ditjen Dukcapil dalam proses registrasi kartu prabayar. Dengan kerja sama tersebut operator dan masyarakat dikatakan sama-sama diuntungkan.

Operator akan mengetahui siapa pelanggannya dengan benar, dan masyarakat bisa terhindar dari perilaku kejahatan dan terorisme yang tersebar di dunia maya. Sebelum adanya kerja sama ini, operator tak mengetahui siapa pelanggannya, karena perilaku registrasi yang sembarang.

"Selama ini semua pelanggan memang mendaftar, yang masih missing selama ini ialah validasi. Oleh sebab itu siapa pun yang beli kartu perdana sebelum ini bisa mengisi namanya siapapun dengan mengisi alamat di manapun, dengan status apapun dan kita tetap terima. Kenapa, karena kita tidak bisa validasi," ujar Ketua Umum ATSI, Merza Fahys, dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: 31 Oktober, Beli SIM Card Baru Harus Daftar Pakai NIK

Adapun cara registrasi yang dilakukan pelanggan ialah dengan mengirimkan pesan ke nomor 4444 dengan format NIK#NomorKK#. Informasi tersebut harus sesuai dengan NIK yang tertera di KTP-el dan KK agar proses validasi ke database berhasil.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini