Ternyata! CEO Microsoft Sempat Tolak Akuisisi Nokia

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 19:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 13 207 1795029 ternyata-ceo-microsoft-sempat-tolak-akuisisi-nokia-LqhgJcpRKu.jpg (Foto: Reuters)

REDMOND – Microsoft telah mengakuisisi Nokia pada tahun 2013 demi menopang divisi ponsel peruhaan. Namun rupanya keputusan yang ditempuh oleh Steve Ballmer - CEO Microsoft di tahun tersebut, tak disetujui oleh Satya Nadella yang kini menggantikannya.

Pada saa itu, Nadella berpikir bahwa akuisisi Microsoft atas Nokia akan menjadi sebuah kesalahan. Selang empat tahun berjalan, pemikiran Nadella pun tak ubahnya.

Dalam bukunya yang terbaru bertajuk “Hit Refresh”, Nadella yang kini menjadi CEO Microsoft mengatakan bahwa ia tidak berhasil mencoba untuk mencegah pimpinan perusahaan kala itu untuk membeli Nokia.

Menurut buku tersebut, Ballmer mengadakan jajak pendapat informal dikalangan eksekutif senior terkait “Haruskah dirinya maju dengan mengakuisisi Nokia?”. Nadella sendiri pada saat itu menjabat sebagai eksekutif yang bertanggung jawab atas bisnis cloud Microsoft, termasuk dalam anggota dewan yang memberikan vote “tidak”.

Namun sayangnya, hal tersebut tak mengubah keputusan Ballmer pada saat itu.

“Sudah terlambat untuk mendapatkan kembali pijakan yang telah hilang. Kita tak dapat mengejar kompetitor,” tulis Nadella dalam bukunya, seperti dikutip Business Insider, Jumat (13/10/2017).

Ketidaksetujuan Nadella pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg pada 2014, tak lama setelah ia dinobatkan sebagai CEO Microsoft. Namun sebelumnya ia tak pernah mengakui hal tersebut.

Tak hanya Nadella, eksekutif lainnya turut bergabung dengannya dalam menentang akuisisi Nokia. Bahkan menurut laporan tersebut, Bill Gates pun menyarankan Ballmer untuk tidak mengakuisisi Nokia.

Meski begitu, Ballmer akhirnya berhasil membeli Nokia. Microsoft mengakuisisi Nokia dengan mahar senilai USD7,9 miliar.

Seperti yang dikhawatirkan oleh Nadella, keputusan akuisisi Nokia rupanya menjadi kesalahan besar. Microsoft akhirnya mencatat pertumbuhan bisnis yang menurun dan merugi.

Microsoft menyelesaikan kesepakatan akuisisi sebulan setelah Ballmer menyatakan akan mengundurkan diri sebagai CEO. Menurut sejumlah laporan, ketidaksepahaman antara Ballmer dan dewan direksi Microsoft akibat akuisisi disebut-sebut menjadi alasan Ballmer memilih mundur.

Awal 2014 kemudian Microsoft menunjuk Nadella sebagai CEO Microsoft. Perusahaan merilis satu smartphone baru Windows, Lumia 950 meski selanjutnya Nadella mulai melepas bisnis smartphone Microsoft.

Alil-alih membuat smartphone sendiri, dibawah kepemimpinan Nadella, Microsoft telah berfokus untuk membuat aplikasi dan layanan yang tersedia untuk iPhone dan iPad besutan Apple, serta perangkat Android.

“Microsoft seharusnya hanya mengembangkan ponsel saat memiliki sesuatu yang unik untuk ditawarkan,” tulis Nadella dalam bukunya. Kutipan ini turut menjadi petunjuk bahwa Microsoft masih mengerjakan Surface Phone yang gembar-gembornya telah muncul sejak lama.

Nadella menyatakan kekecewaan terbesarnya dari seluruh kisah akuisisi Nokia yakni mereka yang terdampak hingga akhirnya dirumahkan.

“Kalau dipikir-pikir lagi, yang paling saya sesali adalah dampak PHK terhadap orang-orang yang sangat berbakat dan bersemangat di divisi ponsel kami,” ujar Nadella dalam bukunya. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini