Netizen Berbondong-Bondong Ajak Boikot Twitter, Ada Apa?

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 21:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 13 207 1795135 netizen-berbondong-bondong-ajak-boikot-twitter-ada-apa-s3NNwY5ESD.jpg (Foto: Phys)

JAKARTA – Netizen berbondong-bondong untuk memboikot jejaring sosial Twitter. Langkah ini dilakukan sebagai solidaritas kepada perempuan yang merasa bahwa pelecehan yang dialaminya telah diabaikan oleh jejaring sosial tersebut.

Aksi ini dipicu oleh Twitter yang dalam waktu singkat men-suspend atau menangguhkan akun aktris Ros McGowan. Dalam posting-annya, ia menyabut skandal seksualitas Harvey Weinstein.

Twitter memblokir akun itu karena dinilai telah melanggar aturan perusahaan terkait pemasangan nomor telefon pribadi seseorang. Akun Twitter aktris tersebut kini telah dikembalikan oleh Twitter. Meski begitu, pemblokiran yang dilakukan Twitter telah menyebabkan McGowan dan tokoh-tokoh terkenal lainnya mengadakan sebuah demonstrasi terkait standar bagaimana Twitter menghapus posting-an pengguna.

Tweet bertanda pagar (tagar/hastag) #WomenBoycottTwitter pun menggelora di microblogging itu. Hastag itu pun ramai dikicaukan netizen di Instagram dan Facebook, Jumat (13/10/2017).

Protes ini sendiri disuarakan oleh Kelly Ellis, mantan insinyur software Google yang telah mengkritik layanan tersebut karena melakukan gagal mengatasi pelanggaran di platform-nya. Hal ini juga didukung oleh para publik figur termasuk model Christine Teigen, Alyssa Milano dan aktor John Cusack.

Bukan kali ini saja, Twitter telah berulang kali dikritik karena dianggap gagal mem-suspend pengguna yang memposting ancaman kematian dan pelecehan seksual. Beberapa pengguna mengklaim bahwa perusahaan menerapkan peraturan yang selektif.

Ellis melalui Twitter-nya mengajak untuk memboikot jejaring sosial itu dalam rangka solidaritas bagi McGowan dan semua korban yang gagal mendapat dukungan dari Twitter. Ia bahkan menyarankan agar boikot menjadi event mingguan.

Sementara itu, Christine Teigen mengatakan bahwa keikutsertaannya bukanlah karena ingin turut berdemo. Namun karena ia ingin Twitter menjadi lebih baik.

"Bukan karena kebencian tapi karena saya menyukai platform ini dan tahu itu bisa membuat Twitter lebih baik,” ujarnya.

McGowan telah menjadi tokoh terkemuka dalam kontroversi yang melanda Hollywood, dan akunnya di-suspend oleh Twitter setelah ia menyuarakan penentangan terhadap Weinstein.

CEO Twitter, Jack Dorsey belum memberika tanggapan terkait pemboikotan yang disuarakan dalam jejaring sosialnya. Namun sebelumnya ia mengtakan "Kita harus lebih transparan dalam bertindak untuk membangun kepercayaan dan kita perlu melakukan tugas yang lebih baik dalam menunjukkan bahwa kita tidak secara selektif menerapkan peraturan ". Demikian seperti dilansir Telegraph, Jumat (13/10/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini