nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wih! Robot Wanita Ini Ikutan Rapat di Konferensi PBB

Agregasi Antara, Jurnalis · Senin 16 Oktober 2017 20:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 16 207 1796493 wih-robot-wanita-ini-ikutan-rapat-di-konferensi-pbb-MipnnjT0MM.jpg (Foto: Antara/Xinhua)

JAKARTA - Ada yang berbeda dalam konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 11 Oktober 2017. Dalam diskusi yang mengangkat tema Pembangunan Berkelanjutan di Era Perubahan Teknologi yang Cepat itu, hadir sesosok robot wanita bernama Sophy.

Sophy adalah robot humanoid wanita yang dikembangkan oleh Hanson Robotics. Secara luas diakui bahwa kecepatan dan kemajuan teknologi semakin meningkat. Pada 2030, tahun di mana target untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dunia akan mengalami perubahan dalam ranah interaksi manusia sehari-hari.

Banyak perubahan yang telah terjadi memiliki dampak mendalam pada ekonomi, masyarakat dan ekosistem kita, kata para peserta pada pertemuan tersebut.

Baca juga: Unik! RS di China Punya Robot Suster, Nih Penampakannya!

Proses pengolahan industri menjadi semakin otomatis dan robotik, di mana campur tangan manusia semakin terbatas.

Pertumbuhan yang cepat dalam kumpulan data yang besar, termasuk kapasitas penyimpanan dan penggunaannya, menawarkan sumber baru untuk penelitian, analisis dan pemecahan masalah, sekaligus dapat digunakan oleh penjahat siber.

Sistem komputasi yang difasilitasi oleh kemajuan internet yang berkolaborasi dengan 5G, data besar dan nanotech, juga akan menjadi pendorong utama perubahan.

"Kita mungkin benar-benar berada di awal dari apa yang telah disebut sebagai 'Revolusi Industri Keempat'," demikian penyelenggara mencatat seperti dikutip dari Antara, Senin (16/10/2017).

Di banyak bidang ini, pertanyaan etika muncul seputar potensi kemajuan teknologi untuk melampaui kebijakan serta peraturan, dan dalam prosesnya, merongrong norma-norma sosial.

Baca juga: Canggih! Robot Ini Mampu Memijat Seperti Tukang Pijat Profesional

Sementara, banyak kemajuan menjanjikan komitmen besar untuk pembangunan berkelanjutan dan pemberantasan kemiskinan, mereka juga berisiko meninggalkan sebagian besar dunia dalam konteks global di mana ketidaksetaraan telah dirasakan secara tajam.

Untuk mengatasi tantangan ini dan menempa solusi untuk menggunakan perubahan teknologi sebagai katalisator bagi pembangunan inklusif, Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) dan Komite Kedua Majelis Umum akan menyelenggarakan sebuah pertemuan gabungan mengenai "Masa Depan Segalanya - Pembangunan Berkelanjutan di Era Perubahan Teknologi Cepat. "

Diskusi akan fokus pada praktik terbaik dan inisiatif baru sehubungan dengan perkembangan terakhir di bidang ini, termasuk bagaimana pembuat kebijakan dan mitranya dapat memanfaatkan kemajuan sains dan teknologi, sambil meminimalkan konsekuensi negatif.​

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini