Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terungkap! Pengguna Aplikasi Kencan Online Berpotensi Jadi Korban Malware

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 17 Oktober 2017 18:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 17 207 1797182 terungkap-pengguna-aplikasi-kencan-online-berpotensi-jadi-korban-malware-SDRSnrI07c.png (Foto: Phillymag)

JAKARTA – Situs atau aplikasi kencan online seperti Tinder, Bumble, OK Cupid, Badoo dan lainnya memang menggoda pengguna smartphone untuk mengaksesnya. Pasalnya, aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk menemukan dan berkomunikasi dengan orang yang menurut mereka menarik.

Namun rupanya, meski dalam bayangan setiap orang aplikasi kencan online mengasyikan, beberapa pengguna merasakan pengalaman yang negatif. Penyebabnya adalah informasi palsu yang didapatkan pengguna baik itu berupa foto atau data terkait lainnya dari orang yang menarik minat mereka.

Tak hanya itu pengalaman negatif pengguna juga diakibatkan oleh tautan berbahaya, penipuan yang berupaya mendapatkan informasi pribadi, atau kebohongan tentang apa yang mereka cari dari sebuah hubungan.

Penelitian yang dilakukan oleh Kaspersky Lab menemukan bahwa dunia kencan online dipenuhi dengan informasi palsu. Alhasil hal ini malah menyebabkan lebih banyak masalah bagi pengguna yang benar-benar memiliki niatan baik melalui aplikasi ini.

Berdasarkan penelitian itu 57% pengguna mengaku berbohong saat berkencan online dengan memalsukan informasi agar tampak lebih baik di mata pengguna lain ketimbang dirinya dalam kehidupan nyata. Tak hanya itu, diantara dari mereka juga ada yang mencoba untuk menjebak pengguna lainnya yang kedapatan selingkuh.

Penyebaran data palsu tentu menjadi suatu hal yang amat menjengkelkan tak hanya bagi pengguna aplikasi kencan online, namun juga bagi kebanyakan orang. Satu dari lima atau sekira 19% pengguna aplikasi kencan online menyatakan bahwa mereka berhenti menggunakan aplikasi itu karena foto palsu.

Sementara itu satu dari 10 pengguna juga melakukan hal yang sama dikarenakan kebohongan akan adanya hubungan (12%) dan status hubungan yang tidak jelas (11%) yang mereka temui di platform yang mereka gunakan untuk kencan online.

Selain merasa terganggu dengan informasi palsu, orang-orang di seluruh dunia menghentikan penggunaan aplikasi kencan online dikarenakan ancaman terhadap keamanan online mereka. Satu dari 10 pengguna mengungkapkan bahwa faktor yang mempengaruhi keputusannya untuk tidak menggunakan platform itu adalah karena menghadapi penipu yang mencoba untuk mendapatkan informasi pribadi, keuangan atau bahkan pengiriman link jahat serta malware yang akan menginfeksi perangkat mereka.

Saat menghadapi masalah ini, mereka yang gemar memalsukan informasi secara online cenderung dikompromikan keamanannya. Misalnya 16% dari dari perangkat mereka yang berbagi informasi palsu pernah terinfeksi malware, spyware, atau ransomware melalui platform kencan online. Sementara mereka yang tak berbagi informasi palsu hanya sekira 5%.

"Kencan online merupakan cara yang bagus untuk bertemu dengan orang-orang baru di dunia online. Tapi tidak semua dapat berjalan dengan mulus, dan bagi mereka yang mencari pasangan hidup melalui online harus menghadapi sejumlah besar informasi palsu, scammers, atau motif tersembunyi dalam prosesnya,” kata Andrei Mochola, Head of Consumer Business di Kaspersky Lab.

Penelitian ini sendiri bukan bertujuan untuk membuat pengguna tak lagi menggunakan aplikasi kencan online. Selayaknya pengguna memang mmeperhatikan keamanan aplikasi tersebut dan mewaspadai dampak negatif yang berpotensi timbul. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini