Akhirnya! Arkeolog Berhasil Temukan Kuil Ramses II yang Hilang

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Rabu 18 Oktober 2017 02:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 17 56 1797115 akhirnya-arkeolog-berhasil-temukan-kuil-ramses-ii-yang-hilang-WF2lssNAGX.jpg (Foto: Czech Institute of Egyptology)

KAIRO - Para arkeolog telah berhasil menemukan Kuil Ramses II yang hilang, yang mengungkap salah satu pemimpin Mesir yang paling dihormati. Kuil Ramses II berada di antara reruntuhan berusia 3.200 tahun, para peneliti menemukan motif yang dikhususkan untuk dewa Matahari kuno Mesir sebagai pengenalnya.

Dilansir dari Dailymail, Selasa (17/10/2017), kuil yang ditemukan di Abusir Necropolis di Giza memiliki panjang sekira 33,5 meter dan lebarnya 52 meter. Para arkeolog mengatakan bahwa kuil tersebut merupakan bangunan kolosal terbaru yang dibangun pada masa 67 tahun pemerintahan Ramses II.

Pemimpin pada masa itu memiliki lebih dari 100 anak sebelum kematiannya pada 1213 SM. Ketenaran Ramses II sebagai raja ke-3 pada dinasti ke-19 di Mesir Kuno membuatnya menjadi seorang ayah bagi lebih banyak anak daripada yang dimiliki oleh Firaun.

Tertulis di salah satu dinding penemuan terbaru ini adalah judul yang berbeda dari Raja Ramses II beserta prasasti dewa Matahari. Arkeolog menemukan fragmen ukiran yang menggambarkan dewa Matahari, yang memastikan bahwa Raja Ramses II menyembah dewa Matahari yang disebut 'Ra' pada dinasti ke-5.

Ra sering dianggap sebagai Raja Dewa, pelindung Firaun dan pencipta segala sesuatu. “Penemuan kuil Ramses II memberikan bukti unik tentang pembangunan dan kegiatan keagamaan raja di daerah Memphis. Pada saat yang sama menunjukkan bahwa status permanen kultus dewa matahari Ra yang dimuliakan sejak Dinasti ke-5 dan seterusnya," ungkap Profesor Mirsolave ​​Barta, direktur misi Ceko.

Para arkeolog mengatakan bahwa terdapat kolom batu biru yang berjejer di halaman depan kuil dan menutup dinding yang terbuat dari lumpur. Kuil tersebut dibangun di daerah antara teras sungai Nil dan dataran banjir Abusir.

Pada bagian belakang kuil, peneliti menemukan sebuah tangga yang mengarah ke ruang baru yang terbagi-bagi menjadi 3 ruang sejajar. 2 dari 3 ruangan tersebut merupakan ruangan penyimpanan yang panjang, arkeolog percaya bahwa kuil tersebut dibangun antara 1213 dan 1279 SM.

"Sisa-sisa bangunan ini, yang merupakan inti kompleks, ditutup dengan tumpukan pasir dan keripik batu yang besar," tambah Barta. Para ahli mengatakan Ramses II memahami visibilitas yang penting bagi keberhasilan pemerintahannya, dan membangun struktur bombastis untuk memproyeksikan kekuatannya sebagai pemimpin.

Ramses II mendirikan sebuah ibu kota baru yaitu Piramesse dan membangun kuil-kuil di seluruh Mesir dan Nubia. Bangunan yang paling terkenal adalah Abu Simbel, dipotong menjadi batu, dan 'Ramesseum' yaitu kuil mayatnya di Thebes.

Ramses mendapat julukan sebagai the Great oleh ahli sejarah Mesir pada abad ke-19, karena pemerintahannya dari 1279 sampai 1213 BC menandai puncak terakhir kekuasaan kekaisaran Mesir. Ia naik tahta sebagai raja ke-3 dari Dinasti ke-19 pada usia 25 tahun.

Pada April 2017 arkeolog meluncurkan patung granit Ramses II yang besar di Kuil Luxor di tepi sungai Nil. Berdiri setinggi 11 meter dan memiliki berat 82 ton, patung tersebut telah dipresentasikan dalam upacara penerangan di Kuil Luxor di tepi sungai Nil.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini