Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

XL Axiata hingga Hutchison Tri Siap Ikut Lelang Frekuensi 2,1 GHz, Smartfren: Masih Cari Wangsit

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Kamis 19 Oktober 2017 09:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 18 54 1798144 xl-axiata-hingga-hutchison-tri-siap-ikut-lelang-frekuensi-2-1-ghz-smartfren-masih-cari-wangsit-8203-uhzFuwJ1DU.jpg (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Sejumlah operator mengaku telah siap untuk mengikuti lelang tahap kedua yang akan memperebutkan dua blok kosong di 2,1 GHz masing-masing sepanjang 5 MHz. Hal ini diketahui dari masing-masing operator yang akan menjadi peserta lelang.

Sebagaimana diketahui ada lima operator yang terdiri dari XL Axiata, Indosat Ooredoo, PT Smartfren, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia​, dan Hutchison Tri​ yang akan ikut lelang tersebut.​

Pihak XL Axiata mengonfirmasi bahwa mereka sudah siap untuk mengikuti lelang. Selain itu mereka juga mengatakan telah menyiapkan dokumen pendukung.

"Iya XL akan mengikuti lelang 2,1 GHz. Inysaallah sudah dipersiapkan semua kelengkapannya," kata GM Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih belum lama ini.

Kemudian Indosat Ooredoo juga menyatakan kepastiannya untuk mengikuti lelang kedua tersebut. Group Head Corporate Communication Indosat Ooredoo, Deva Rachman, mengatakan bahwa pihaknya mengikuti kedua lelang yang dibuka oleh Kominfo.

Hal serupa diungkap oleh Hutchison Tri Indonesia. Arum K Prasodjo, Corporate and Marketing Communication Hutchison Tri, mengungkap karena kebutuhan kapasitas yang telah mendesak, maka pihaknya pun akan mengikuti lelang di frekuensi 2,1 GHz.

"Iya, kita ikut karena memang sudah mendesak kebutuhannya," ungkapnya melalui pesan singkat. Ia juga mengungkap bahwa Hutchison Tri telah memperiapkan kelengkapan dokumen untuk mengikuti lelang.

Sementara itu jawaban berbeda diungkap oleh PT Smartfren. Melalui Direktur Utamanya, Merza Fahys, Smartfren masih belum menentukan keputusan apakah akan ikut juga di lelang frekuensi 2,1 GHz. Menurutnya masih ada cukup waktu untuk memutuskan sebelum memasukkan kelengkapan dokumen.

"Masih cari wangsit. Kan masih banyak waktu sebelum memasukkan dokumen," kata Merza.

Meski demikian diakui Merza pihaknya memang membutuhkan tambahan frekuensi untuk 2,1 GHz guna meningkatkan kualitas layanan pengguna.

"Frekuensi itu seperti gaji kita, enggak pernah cukup rasanya. Semuanya itu demi kepuasan pelanggan. Kalau sudah padat, sudah tidak akan puas. Jangan tunggu sampai padat," jelasnya.

Sebagaimana diketahui Kominfo akan membuka seleksi lelang frekuensi pada 24 Oktober 2017 pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Pemeriksaan kelengkapan dokumen administrasi akan dilaksanakan di hari yang sama mulai pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB.​

Sementara itu PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia melalui President Direktur & CEO-nya, Larry Ridwan, mengatakan pihaknya tak ikut dalam lelang 2,1 GHz.

"Setelah dipikir-pikir lagi, kita mau fokur ke roll out 4G 450 MHz. Masih harus fokus pada komitmen yang harus digelar sesuai dengan amanah lisensi yang kami miliki," ujarnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini