Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Subrahmanyan Chandrasekhar Warnai Google Doodle Hari Ini, Siapa Dia?

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 19 Oktober 2017 09:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 19 207 1798295 subrahmanyan-chandrasekhar-warnai-google-doodle-hari-ini-siapa-dia-WO9Py5AO7N.jpg (Foto: Google)

JAKARTA – Google Doodle kembali membawa tampilan yang berbeda. Kali ini, laman pembuka Google Search itu diwarnai dengan sesosok pria yang tengah mengamati bintang. Siapakah sosok dibalik doodle itu?

Adalah Subrahmanyan Chandrasekhar yang kali ini sosoknya diangkat oleh Google. Subrahmanyan Chandrasekhar merupakan seorang astrofisikawan legendaris asal India.

Chandrasekhar lahir di Lahore atau saat ini Pakistan. Ialah sosok yang mengenalkan teori evolusi bintang, yakni dari mana asalnya hingga bagaimana bintang itu akan berakhir. Subrahmanyan Chandrasekhar bahkan menjelaskan hal ini sebelum ia berusia 20 tahun, sehingga ia dianggap sebagai anak ajaib.

Pada usianya yang ke-34, Chandrasekhar terpilih menjadi anggota Royal Society of London, dan tak lama setelah itu, menjadi seorang profesor fisika terkemuka.

Berkat penemuannya tentang “studi teoretis tentang proses fisik yang penting bagi struktur dan evolusi bintang-bintang,” Chandrasekhar meraih penghargaan nobel untuk fisika pada tahun 1983. Google doodle hari ini, Kamis (19/10/2017) merayakan hari ulang tahun astrofisikawan tersebut.

Tak hanya itu, karya Subrahmanyan Chandrasekhar mencakup beragam topik, mulai dari pemahaman kontemporer tentang struktur bintang hingga teori matematika terkait black hole, serta teori gelombang gravitasi yang bertumbukan.

Subrahmanyan Chandrasekhar menempuh pendidikan di Presidency College di Madras atau saat ini disebut Chennai. Ia kemudian melanjutkan studinya di University of Cambridge. Meski begitu, sebagian kehidupannya dihabiskan di University of Chicago, di mana Chandrasekhar bertugas dari tahun 1934 sampai 1995.

Chandrasekhar menikah dengan kekasihnya sejak ia dibangku kuliah, Lalitha Doraiswamy. Namun ia harus menutup usianya pada 1995, saat ia masih bertugas di University of Chicago. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini