OKEZONE INNOVATION: Yuk Intip! Sejarah SMS yang Kini Kalah Saing dari WhatsApp

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 19 Oktober 2017 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 19 207 1798338 okezone-innovation-yuk-intip-sejarah-sms-yang-kini-kalah-saing-dari-whatsapp-Kfp2CLZX6Y.jpg Ilustrasi SMS (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Layanan pesan singkat atau SMS mungkin kini tak banyak lagi digunakan oleh pengguna ponsel. Meski begitu, peranan SMS tak bisa dipandang sebelah mata.

Pasalnya SMS menjadi layanan yang digandrungi jauh sebelum smartphone dan layanan pesan instan hadir. Namun bagaimana metode komunikasi yang tampak sederhana ini muncul?

Pesan singkat atau SMS adalah metode komunikasi yang akan mengirimkan teks antara ponsel atau dari PC handheld ke ponsel. Sebutan singkat sendiri berasal dari maksimum karakter teks pesan yang hanya 160 karakter baik itu huruf, angka, atau simbol dalam alfabet latin.

Konsep SMS dikembangkan dalam kerjasama GSM Franco-Jerman pada tahun 1984 oleh Friedhelm Hillebrand dan Bernard Ghillebaert.

SMS pertama dikirm pada tahun 1992 dari Neil Papworth, mantan developer di Sema Group Telecoms. Pada saat itu, ponsel tak memiliki keyboard sehingga Papworth harus mengetikkan pesannya di PC. Teks Papworth berupa "Merry Christmas" berhasil dikirim ke Richard Jarvis di Vodafone.

Baca juga: 3 TAHUN JOKOWI-JK: Menkominfo: Refarming 4G Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sebagian besar ponsel GSM dulunya tidak mendukung kemampuan untuk mengirim SMS. Gerbang SMS pertama untuk ponsel seluler adalah notifikasi jaringan, yang biasanya untuk menginformasikan pesan suara.

Nokia menjadi produsen ponsel pertama yang mendukung pengiriman SMS bagi pengguna pada tahun 1993. Kemudian pada 1997, Nokia mulai memproduksi ponsel dengan keyboard lengkap yakni Nokia 9000i Communicator.

Seperti teknologi baru lainnya, pertumbuhan awal SMS terbilang lambat. Rata-rata pengguna Amerika mengirim 0,4 SMS per bulan pada tahun 1995. Namun secara bertahap ponsel dan jaringan diadaptasi untuk mengakomodasikan SMS secara lebih baik.

Baca juga: XL Axiata hingga Hutchison Tri Siap Ikut Lelang Frekuensi 2,1 GHz, Smartfren: Masih Cari Wangsit

Pada 1999, SMS akhirnya dapat dipertukarkan dengan jaringan yang berbeda. Alhasil jumlah rata-rata pengiriman SMS pun meningkat menjadi 35 per bulan untuk setiap orangnya.

Metode teks komersial pertama yang paling umum disebut sebagai multi tap. Dimana setiap nomor telefon terhubung ke tiga atau empat huruf. Misalnya tombol 3 akan menampilkan huruf D, E, dan F. Metode multi tap ini terbilang mudah untuk dipahami namun tidak terlalu efisien.

Pada 1990-an, pendiri Tegic Cliff Kushler menemukan T9, singkatan dari "Text on 9 keys. "Alih-alih multi-tapping, teknologi teks prediktif menampilkan kata-kata dari satu tombol. Pada 2011, Kushler menemukan Swype, fitur texting untuk layar sentuh yang memungkinkan pengguna menyeret jari mereka untuk menghubungkan titik di antara huruf dalam satu kata.

Baca juga: Subrahmanyan Chandrasekhar Warnai Google Doodle Hari Ini, Siapa Dia?

Keyboard lengkap pada ponsel pertama kali diperkenalkan pada 1997 dengan Nokia 9000i Communicator. Ini menjadi fitur populer di akhir 90-an sampai awal '00-an. Sebagian besar model mengadopsi keyboard QWERTY, layout yang sudah biasa kita pakai di komputer.

Pada 2012, SMS menjadi layanan yang paling banyak digunakan di dunia dengan persentase pengguna hingga 81%. SMS juga menjadi lebih dari sekadar cara untuk berkomunikasi dengan rekan atau keluarga, namun pengguna dapat menerima update, peringatan, catatan keuangan, mengirim email dan lainnya.

Sayangnya, hadirnya aplikasi pesan instan seperti WhatsApp menggerus kepopuleran SMS. Meski begitu, SMS tak pernah hilang dari jajaran fitur ponsel hingga saat ini. (lnm)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini