Kiamat Diprediksi pada 2100, Nih Tanda-Tanda yang Dijelaskan Ilmuwan!

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Kamis 19 Oktober 2017, 18:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 19 56 1798665 kiamat-diprediksi-pada-2100-nih-tanda-tanda-yang-dijelaskan-ilmuwan-wRIduoHv2G.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Seorang profesor dari Massachusetts Institute of Technology, Daniel Rothman memiliki prediksi mengenai hari kiamat yang akan terjadi pada 2100. Ia menggunakan formula matematis yang menghitung datangnya hari kiamat.

Salah satu tanda datangnya hari akhir yang diprediksi Rothman ialah meningkatnya jumlah karbon di Bumi. Diperkirakan pada akhir 2100 jumlahnya akan berkisar 310 gigaton dan larut ke lautan. Saat CO2 larut ke laut, kehidupan di dunia dikatakan akan terancam.

Di era modern seperti ini, emisi dari CO2 telah mengalami peningkatan sejak abar ke-19. Meski demikian, menjelaskan apakah hal ini bisa menjadi penyebab kepunahan massal, hingga kini masih menjadi tantangan.

Baca juga: Banjir Akibat Badai Harvey Ancam Terumbu Karang, Kok Bisa?

"Ini bukan seperti bencana akan terjadi keesokan harinya. Bisa dikatakan siklus karbon akan beranjak kepada alam yang tak lagi stabil dan akan berperilaku dengan cara yang akan sulit diprediksi," ungkap Rothman, dikutip Daily Mail, Kamis (19/10/2017).

Manusia diperkirakan telah mengeluarkan 1.540 miliar ton CO2 sejak revolusi industri. Hal ini setara dengan pembakaran batu bara untuk membentuk menara persegi seluas 72 kaki yang membentang 240.000 mil dari Bumi ke Bulan.

Jika jumlah karbon telah melewati ambang batas yang diperhitungkan oleh Rothman, maka ia memprediksi akan berdampak pada lingkungan yang tak stabil dan pada akhirnya akan mengakibatkan kepunahan massal. Hasil penelitian yang dibuat oleh Daniel Rothman dipublikasikan di jurnal Science Advances.

Baca juga: Pelajari Kulit Hewan, Peneliti Bikin Material Mampu Berkamuflase

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini