Fitur Berbagi Lokasi WhatsApp Buat Rumit Hidup Pengguna, Kok Bisa?

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 20 Oktober 2017 17:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 20 207 1799378 fitur-berbagi-lokasi-whatsapp-buat-rumit-hidup-pengguna-kok-bisa-dS8PKtH8rc.jpg (Foto: Indian Times)

JAKARTA – WhatsApp telah merilis fitur berbagi lokasi yang akan membantu pengguna melacak keberadaan orang lain. Fitur ini memanfaatkan teknologi GPS, sehingga setiap pengguna akan mendapatkan lokasi pengguna lain secara real-time.

Fitur yang disebut Live Locatoin Sharing ini, tentu saja bisa disalahgunakan sehingga Anda perlu mewaspadainya. Di sisi lain, fitur ini juga terbilang terlalu luas bagi pengguna meski fitur enkripsi membuatnya terdengar aman.

Bagi sebagian pengguna fitur ini mungkin bermanfaat, namun menurut Javed Anwer, salah satu kolumnis teknologi di India Today menyebutkan bahwa fitur berbagi lokasi WhatsApp ini akan semakin menyulitkan hidup seseorang.

Sementara ada lebih dari satu miliar pengguna WhatsApp yang kini berpotensi dilacak dengan menggunakan WhatsApp. Ada mekanisme keamanan yang memungkinkan fitur WhatsApp untuk membagikan lokasi.

“Anda dapat memilih untuk berhenti sharing kapan saja atau membiarkan waktu Live Location habis,” kata WhatsApp.

Lokasi yang dibagikan pengguna akan dienkripsi, yang artinya aman dari pihak ketiga termasuk pemerintah.

Meski begitu, masalahnya adalah cara orang menggunakan sesuatu. WhatsApp sebelumnya hanya aplikasi teks yang sederhana dan bisa diandalkan. Namun dijelaskan Anwer, WhatsApp kini merupakan aplikasi yang memiliki fitur berlebihan sehingga mengubahnya menjadi aplikasi yang menggangu bagi sebagian orang.

“Bukan berarti fitur ini tak berguna, akan tetapi WhatsApp dirancang dengan cara yang halus, untuk memastikan pengguna tetap dalam WhatsApp dan terhubung,” katanya.

Misalnya saja, ikon yang menunjukkan pesan pengguna telah dibaca yang memberi tahu pengirim pesan itu bahwa pesannya telah dibaca. Namun hal itu juga secara tidak langsung memaksa pengguna untuk membalasnya. Hal seperti ini dinilai Anwer membuat pengguna terpaku pada aplikasi WhatsApp.

Tak jauhnya dengan fitur tersebut, fitur berbagi lokasi juga semakin lama membuat orang terbiasa. Alhasil akan muncul pemaksaan yang secara tidak langsung ditimbulkan oleh WhatsApp.

Anwer mencontohkan, saat orang lain bertanya lokasi pengguna “Dimana Anda berada?” kemudian menjawab tengah pulang ke rumah. Namun akibat fitur Live Location bukan tidak mungkin pengguna lain yang dekat dengan Anda meminta Anda untuk memberikan lokasi real time, yang bisa saja itu menjadi pemaksaan bagi Anda. Demikian seperti dilansir India Today, Jumat (20/10/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini