Arkeolog Temukan Patung Kayu Diduga Milik Ratu Mesir, Nih Fotonya!

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Jum'at 20 Oktober 2017 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 20 56 1798944 arkeolog-temukan-patung-kayu-diduga-milik-ratu-mesir-nih-fotonya-HrTDMUXYpU.jpg (Foto: Facebook)

KAIRO - Arkeolog di Mesir telah menemukan patung kayu kuno seukuran kepala manusia. Patung kayu tersebut diperkirakan menggambarkan seorang ratu yang memerintah negara tersebut lebih dari 4.000 tahun yang lalu.

Dilansir dari Dailymail, Kamis (19/10/2017), penemuan tersebut yang diungkapkan oleh Kementerian Kepurbakalaan, dilakukan pada saat penggalian di tempat pemakaman Saqqara yang luas di dekat Piramida Giza. Para ahli menduga kepala tersebut merupakan kepala setelah Ankesenpepi II, ibu Raja Pepi II, yang mewarisi tahta pada usai 6 tahun.

Kepala tersebut ditemukan di necropolis kuno saat penggalian yang dipimpin oleh tim Prancis-Swiss dari Geneva University. Menurut pemimpin penggalian, Profesor Philip Colombert, artefak tersebut ditemukan pada lapisan yang berada di sebelah timur piramida, di dekat tim yang menemukan piramidio atau batu penjuru.

Patung kayu tersebut memiliki proporsi mirip kepala manusia, meskipun patung tersebut memiliki leher yang panjang sekira 30 centimeter. Sayangnya, artefak kuno tersebut ditemukan dalam kondisi yang buruk dan harus menjalani restorasi agar dapat diteliti.

Kepala tersebut mungkin merupakan representasi dari ratu dinasti ke-6, Ankhesenpepi II yang memerintah Mesir sebagai bupati selama bertahun-tahun pada awal pemerintahan Raja pepi II. Sementara, Ankhesenpepi II adalah istri Raja Pepi I.

Setelah Merenre meninggal, Pepi II mewarisi tahta. Namun, Karena Pepi II masih terlalu muda, ratu Ankhesenpepi II menjadi penguasa sementara sampai Pepi II siap untuk menjadi penguasa.

Di lokasi yang sama, para arkeolog berharap dapat menemukan piramida satelit ratu, bersama dengan kumpulan kompleks dan koleksi pemakaman lainnya. "Ini adalah area yang menjanjikan yang bisa mengungkapkan lebih banyak rahasianya segera," ungkap Dr. Mostafa Waziri, Sekretaris Jenderal Dewan Tinggi Purbakala, yang mengumumkan penemuan tersebut.

Sebelumnya pada Oktober, para arkeolog di penggalian yang sama menemukan bagian dari sebuah obelisk yang terbuat dari granit merah muda yang termasuk dalam keluarga yang sama. Sebuah prasasti di sampingnya mengungkapkan nama Ratu Ankhnespepy II, di antara awal judul lainnya.

Menurut para ahli, Ankhesenpepi II adalah 'ratu penting'. "Mungkin alasan mengapa piramidanya begitu besar, dan [dia] ratu pertama yang memiliki teks piramida yang tertulis di piramida," tambah perwakilan Kementerian.

Bagian obelisk atau piramidion, yang ditemukan di lokasi berukuran sekira 2,5 meter, menjadikannya potongan obelisk terbesar dari Kerajaan Lama untuk ditemukan. Tanda kecil di bagian atas menunjukkan bahwa itu pernah ditutup dengan lembaran logam, kemungkinan besar tembaga atau emas, sehingga akan berkilau di bawah sinar matahari.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini