Techno of The Week: Ilmuwan Jelaskan Tanda Kiamat yang Diprediksi pada 2100, Apa Saja?

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Sabtu 21 Oktober 2017, 07:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 20 56 1799594 techno-of-the-week-ilmuwan-jelaskan-tanda-kiamat-yang-diprediksi-pada-2100-apa-saja-vBoAPF5u1u.jpg Ilustrasi. (Foto: BBC)

JAKARTA - Hari kiamat menjadi saat-saat yang mengerikan. Bagaimana tidak, semua kehidupan di Bumi akan musnah begitu kiamat terjadi. Meski demikian hari kiamat masih menjadi misteri hingga kini.

Seorang profesor dari Massachusetts Institute of Technology, Daniel Rothman, memiliki prediksi kapan hari itu akan terjadi. Menurutnya hari kiamat akan terjadi pada 2100.

Ia menilai salah satu tanda terjadinya kiamat bisa diketahui dari meningkatkan jumlah karbon di Bumi. Rothman memprediksi pada akhir 2100 jumlah karbon di Bumi bisa mencapai 310 gigaton dan larut ke lautan.

Saat karbon menyatu dengan lautan, kehidupan di Bumi akan terancam. Sebagaimana diketahui emisi karbon telah mengalami peningkatan sejak abar ke-19. Dijelaskan Rothman, ini bisa menyebabkan kepunahan massal.

"Ini bukan seperti bencana akan terjadi keesokan harinya. Bisa dikatakan siklus karbon akan beranjak kepada alam yang tak lagi stabil dan akan berperilaku dengan cara yang akan sulit diprediksi," ungkap Rothman, dikutip Daily Mail.

Sejak revolusi industri, manusia diperkirakan telah menyumbang 1.540 miliar ton karbon atau setara dengan pembakaran batu bara untuk membentuk menara persegi seluas 72 kaki yang membentang 240.000 mil dari Bumi ke Bulan.

Jika jumlah karbon telah melewati ambang batas yang telah diperhitungkan, maka diprediksi akan berdampak pada lingkungan yang tak stabil dan pada akhirnya akan mengakibatkan kiamat.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini