Sayap Kupu-Kupu Jadi Inspirasi Sel Surya Terbaru, Kok Bisa?

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Jum'at 20 Oktober 2017, 21:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 20 56 1799613 sayap-kupu-kupu-jadi-inspirasi-sel-surya-terbaru-kok-bisa-zf2TyxtgpB.jpg (Foto: The Verge)

JAKARTA - Sayap kupu-kupu ternyata mampu mengilhami terciptanya teknologi baru. Berdasarkan laporan terbaru sayap kupu-kupu bisa mengubah sel surya agar memiliki cadangan energi sebanyak dua kali lipat dan lebih efisien dari sebelumnya.

Panel surya biasanya terbuat dari sel surya yang cukup tebal dan diposisikan di sudut tempat untuk mendapatkan sinar matahari paling banyak. Sementara itu diketahui bahwa panel surya yang tipis memiliki kemampuan yang lebih baik.

Para ilmuwan kemudian mempelajari sayap hitam kupu-kupu mawar dan menyalin strukturnya untuk menciptakan sel surya tipis yang lebih efisien. Tidak seperti jenis sel lainnya, sel ini bisa menyerap banyak cahaya dan juga mudah dibuat.

Kupu-kupu mawar asli dari Asia Tenggara. Karena berdarah dingin dan membutuhkan sinar matahari untuk terbang, sayap hitamnya telah berevolusi menjadi sangat baik dalam menyerap energi.

"Yang benar-benar menarik adalah kupu-kupu, yang telah mengembangkan struktur kompleks ini sebagai hasil seleksi selama jutaan tahun, masih dapat mengungguli teknik kami," kata profesor biologi YaleNUS College, Vinod Saranathan, dikutip dari The Verge, Jumat (20/10/2017).

Ilmuwan melihat sayap kupu-kupu melalui mikroskop elektron dan menciptakan model 3D dari struktur nano. Sayanya memiliki lubang-lubang kecil yang berukuran kurang dari sepersejuta meter. Lubang-lubang tersebut diketahui membantu menyebarkan cahaya dan membantu kupu-kupu menyerap panas.

Dengan menggunakan komputer, tim peneliti mengetahui bahwa posisi dan urutan penting untuk menyerap cahaya. Mereka juga menciptakan struktur serupa dengan menggunakan lembaran silikon amorf yang terhidrogenasi sangat tipis dan memiliki jenis lubang yang sama.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Radwanul Siddique , seorang bioengineer di Institut Teknologi California. Ia dan beberapa anggota penelitiannya telah menerima dana dari German Research Foundation untuk mengerjakan sel surya dan LED.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini