Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Frekuensi Senilai Rp1 Triliun di 2,3 GHz, Mahal atau Murah?

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Senin 23 Oktober 2017 19:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 23 54 1800881 frekuensi-senilai-rp1-triliun-di-2-3-ghz-mahal-atau-murah-KFgmNzmgDC.jpg Ilustrasi (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melelang pita frekuensi kosong selebar 30 Mhz di spektrum 2,3 GHz (2.300 MHz) yang resmi dimenangkan oleh PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Telkomsel memenangkan lelang dengan tawaran senilai Rp1.007.483.000.000. Ada pihak yang menganggap nilai yang ditawarkan Telkomsel terlalu mahal. Sebab, harga dasar penawaran hanya sebesar Rp366.720.000.000.

Meski demikian, Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, mengatakan harga yang ditawarkan sudah sewajarnya. Jika dibandingkan dengan negara seperti Hongkong dan Singapura, harga yang ditawarkan lebih murah.

"Harga ini cukup wajar. Bisa dibandingkan dengan negara lain. Memang ada yang lebih murah dan lebih mahal, tapi secara umum ini masih reasonable," kata Ririek dalam acara pengumuman pemenang lelang di kantornya, Jakarta, Senin (23/10/2017).

"Salah satu operator telekomunikasi di India membayar sekitar empat kali lebih besar, yakni sebesar 0,34 dolar AS/MHz/populasi dibandingkan yang dibayarkan Telkomsel sebesar 0,08 dolar AS/MHz/populasi," lanjutnya.

Sementara untuk urusan dana, ia mengaku sudah mempersiapkan dan dianggarkannya sejak tahun lalu. Adapun pemanfaatan frekuensi di 2,3 GHz ini akan ditujukan pembangunan 500 BTS hingga akhir 2017. Sebagian besar pembangunan jaringan akan dilakukan di kawasan Jabodetabek dan kota-kota lainnya.

Sedangkan soal lelang berikutnya di 2,1 GHz, Ririek mengatakan bahwa pihaknya akan mengikuti aturan yang berlaku. Ia mengatakan lelang di 2,1 GHz hanya akan menjadi tambahan frekuensi bagi operator karena sebagian operator telah memilikinya.

"Untuk 2,1 GHz memang secara aturan tidak boleh ikut. Ya otomatis kita tidak bisa ikut. 2,1 GHz ini sebenarnya bersifat tambahan karena semua operator besar sudah punya di 2,1 GHz jadi konteksnya tambahan spektrum. Kita sendiri sudah punya di 2,1 GHz," pungkasnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini