nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh! Malware 'BadRabbit' Ganggu Sistem Bandara hingga Lumpuhkan Situs Berita

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 25 Oktober 2017 16:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 25 207 1802208 waduh-malware-badrabbit-ganggu-sistem-bandara-hingga-lumpuhkan-situs-berita-y641GGQlSU.jpg (Foto: AFP Photo)

KIEV - Serangan cyber menyerang bandara internasional Ukraina dan tiga media Rusia pada Selasa atau 24 Oktober 2017. Serangan itu terdeteksi oleh ahli IT di Jerman dan sedikitnya oleh dua negara Eropa lainnya.

Dilansir Channelnewsasia, Rabu (25/10/2017), malware yang dinamakan BadRabbit muncul sebagai malware terbesar sejak 'NotPetya' yang diluncurkan dari dua negara yang sama sebelum mempengaruhi seluruh dunia pada Juli.

Ahli keamanan cyber AS dan Rusia mengatakan, virus komputer tersebut juga telah mencapai Turki dan Bulgaria di samping Jerman dan beberapa negara lainnya. Odessa International Airport di Ukraina mengatakan di Facebook bahwa sistem informasi mereka berhenti berfungsi pada waktu sore.

"Semua layanan bandara bekerja di sebuah rezim keamanan yang diperkuat," kata bandara tersebut. Situs mereka menunjukkan lalu lintas udara masuk dan keluar dari kota resort Black Sea sesuai jadwal.

Kantor berita Rusia, Interfax, mengirim berita pada 2.13 pm (1113 GMT) sebelum benar-benar padam. Layanan itu masih belum bisa dilanjutkan pada pukul 11.00 pm dan situs internetnya masih tidak dapat diakses.

Seorang pakar keamanan dunia maya mengatakan, situs berita Fontanka di Rusia dan media lainnya tidak bisa beroperasi lagi.

Yevgeny Gukov dari perusahaan keamanan IT Group-IB mengatakan bahwa malware tersebut tampaknya menggunakan skema enkripsi yang mencegah analis untuk menguraikan kode berbahaya tersebut.

Kaspersky Lab mengatakan bahwa "ransomware menginfeksi perangkat melalui sejumlah situs media Rusia yang diretas".

"Berdasarkan penyelidikan kami, ini telah menjadi serangan yang ditargetkan terhadap jaringan perusahaan, menggunakan metode yang serupa dengan yang digunakan selama serangan (NotPetya)," Kaspersky Lab mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, kelompok keamanan cyber ESET yang berbasis di AS mengatakan bahwa mereka juga mendeteksi "varian baru ransomware yang dikenal juga sebagai Petya".

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini