Canggih! Indonesia Siapkan Satelit Penyebar Internet untuk 2022

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Rabu 25 Oktober 2017 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 25 54 1802273 canggih-indonesia-siapkan-satelit-penyebar-internet-untuk-2022-GeJbqu7cSD.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Penyebaran jaringan internet tak melulu dapat dilakukan dengan menggunakan tiang BTS (base transceiver station). Saat ini telah ada perangkat berupa balon udara yang diprakarsai oleh Google sedangkan Facebook menggunakan pesawat tanpa awak atau drone.

Sementara di Indonesia, Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) akan memperkenalkan program satelit penyebar internet pada 2022. Diungkap oleh Henri Kasyfi, Ketua KDIM, program satelit tersebut akan dinamakan Satelit Rakyat Indonesia (SATRIA).

"Saat ini kita punya program satelit SATRIA yang akan meluncur pada 2022. Kemudian ada beberapa tahap yang akan kita lakukan. Fase pertama yaitu akuisisi kapasitas satelit-satelit yang ada, kedua akusisi di Indonesia yang akan meluncur maupun eksisting, kemudian ketiga desain satelit dan meluncurkan satelit," kata Henry di Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Sementara dijelaskan lebih lanjut oleh Direktur Utama Neusat, Kanaka Hidayat, satelit yang akan diluncurkan oleh KDIM biasa memakan biaya antara USD200 juta hingga USD400 juta. Ia menjelaskan saat ini pihaknya telah mempersiapkan dua perancangan mulai dari perencanaan makro hingga mikro.

Dalam perencanaan makro, pihaknya akan mulai mempersiapkan slot orbit, frekuensi, serta jangkauannya. Sedangkan bentuk satelit baru akan diketahui melalui perencanaan mikro.

"Saat ini kita memang masih dalam tahap awal. Tapi persiapan kita lakukan secara paralel. Artinya saat melakukan fase pertama kita juga lakukan fase kedua, dan selanjutnya," ujar Kanaka.

Kembali menurut Henry Kasyfi, meskipun satelit akan diluncurkan pada 2022, namun layanannya akan mulai bisa digunakan pada Januari 2018 melalui penyedia ISP di APJII.

Neusat merupakan perusahaan yang menjadi penyelenggara jaringan netral berbasis satelit. Perusahaan ini menjadi salah satu kontributor dalam program SATRIA.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini