Waduh! Uber Digugat 3 Wanita Gara-Gara Diskriminasi

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Kamis 26 Oktober 2017 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 26 207 1802777 waduh-uber-digugat-3-wanita-gara-gara-diskriminasi-TZZrcqr0sw.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Perusahaan Uber digugat 3 orang wanita yang berprofesi sebagai teknisi. Mereka menuding Uber telah melakukan diskriminasi berdasarkan gender dan ras. Ini tentunya menjadi kabar buruk bagi perusahaan setelah kasus lain yang menerpa mereka.

Gugatan diajukan pada Selasa, 24 Oktober 2017, ke Pengadilan Tinggi di San Francisco, Amerika Serikat. Tiga Wanita yang mengajukan gugatan antara lain Ingrid Avendano, Roxana del Toro Lopez, and Ana Medina.

Mereka mengatakan gara-gara diskriminasi yang dilakukan Uber mereka telah kehilangan pendapatan, kesempatan pengangkatan jabatan, dan keuntungan lainnya.

Baca juga: Uji Teknologi Mobil Swakemudi, Uber Bangun Kota Seluas 42 Hektar

Dikutip dari Reuters, Kamis (26/10/2017), Avendano dan Toro Lopez diketahui telah keluar dari Uber setelah bekerja selama lebih dari dua tahun. Sementara berdasarkan keterangan dalam surat gugatan, Ana Medina masih bekerja di sana.

Penjelasan dalam gugatan itu mengatakan terdapat sistem peringkat yang tak berdasarkan pengukuran kinerja yang kredibel dan masuk akal. Pengukuran kinerja disebutkan lebih berpihak pada golongan pria, ras kulit putih, dan Asia.

Sementara golongan wanita, orang Latin, ras Amerika-Indian, dan Amerika-Afrika diberikan performa kinerja yang lebih rendah, sehingga menyulitkan jalan mereka ke pengembangan karier profesional.

Baca juga: Uber Gunakan Program Mata-Mata di Grab, Benarkah?

"Di sistem ini, karyawan perempuan dan karyawan dengan warna kulit yang berbeda, secara sistematis diberikan nilai yang rendah dibandingkan karyawan pria mereka dan kulit putih atau ras Asia-Amerika," demikian keterangan dalam gugatan tersebut.

Oleh karena itu, karyawan perempuan, karyawan berkulit hitam dan ras Latin juga kehilangan gaji, bonus, opsi saham, tunjangan dan upah lainnya karena praktik diskriminatif perusahaan.

"Mereka berusaha memastikan bahwa Uber membayar wanita dan orang-orang dengan warna kulit yang tak sama untuk kerja keras yang telah mereka lakukan --dan akan terus berlanjut -- untuk membantu membuat Uber sukses," kata pengacara Jahan Sagafi yang mewakili penggugat.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini