Hati-Hati! Pencahayaan Gadget Berlebihan, Ancam Kenyamanan Mata Pengguna

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 26 Oktober 2017 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 26 57 1803084 hati-hati-pencahayaan-gadget-berlebihan-ancam-kenyamanan-mata-pengguna-qVSHDzMPYm.jpg (Foto: Huffington Post)

JAKARTA – Gadget atau perangkat elektronik lainnya kini tak luput dari kehidupan manusia. Namun meski kecanggihannya memanjakan pengguna, Anda patut untuk hati-hati saat menggunakannya, terlebih dalam waktu yang cukup lama.

Sebagaimana diketahui, gadget seperti smartphone kini bahkan hampir sulit lepas dari penggunaan. Alhasil pengguna memiliki kemungkinan untuk kecanduan.

Pencahayaan dari smartphone atau layar komputer dalam waktu yang lama, dapat memicu gangguan kesehatan mata.

Dalam survei yang dilakukan oleh ResearchNow kepada 8.000 orang di beberapa negara pada Juli 2017 menunjukkan bahwa orang dewasa menghabiskan waktu rata-rata lebih dari enam jam di depan layar. Sementara itu, lebih dari setengahnya (56%) mengalami efek samping seperti ketegangan mata.

Kebiasaan menggunakan gadget memang tak sejalan dengan pengetahuan orang untuk menjaga kesehatan matanya. Pencahayaan di ruangan sendiri turut memberikan peran bagi pengguna dalam menggunakan gadget, karena mampu membuat pencahayaan lebih merata.

Dibanding lampu konvensional sebagai alat pecahayaan yang banyak digunakan masyarakat, lampu berteknologi LED dinilai lebih mampu membuat mata nyaman. Pasalnya teknologi LED dinilai tidak berkedip, memiliki pencahayaan yang cukup (tidak silau) dan memancarkan cahaya dengan merata.

“Kualitas LED memiliki pencahayaan yang berkualitas, tidak berkedip, tidak silau dan pencahayaannya merata. Teknologi LED juga lebih nyaman dan terjangkau ketimbang lampu konvensional lainnya,” kata Senior Vice President Business, Business Group LED di Philips Lighting di Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Meski pencahayaan dari gadget sendiri telah mampu membuat pengguna mengoperasikan perangkatnya, pencahayaan dari lampu masih tetap diperlukan.

Humas Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami), dr Gitalisa Andayani, menjelaskan, saat pengguna memakai gadget masih diperlukan pencahayaan untuk mengontrol lingkungan disekitarnya.

Tanpa pencahayaan ruangan, tampilan gadget akan terasa silau karena hanya mengacu pada satu titik. Sementara jika lampu ruangan dihidupkan, akan membuat pencahayaan lebih merata dan tidak hanya berfokus pada satu titik saja.

“Kita sambil bekerja masih perlu melihat. Setidaknya setiap sumber lampu ruangan hidup sehingga kita masih bisa mengntrol lingkungan. Kalau nggak ada lampu kan jadi terlalu silau,” ujarnya.

Gitalisa menganjurkan agar pengguna yang bekerja dengan komputer menyesuaikan pencahayaan layar dengan lampu ruangan demi kenyamanan mata yang sekaligus menjaga kesehatan mata.

Tak hanya itu, Gitalisa juga menyarankan pengguna untuk menempatkan laptop 20 cm dari wajah, dengan sudut yang tidak begitu tinggi yakni sekira 10-20 cm di bawah mata. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini