nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Unik! Arab Saudi Jadi Negara Pertama yang Beri Kewarganegaraan pada Robot

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 27 Oktober 2017 13:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 27 207 1803492 unik-arab-saudi-jadi-negara-pertama-yang-beri-kewarganegaraan-pada-robot-88TnHk6CVq.png (Foto: Hanson Robotics)

RIYADH – Arab Saudi menjadi negara pertama yang menjadikan robot perempuan sebagai warga negaranya. Robot itu secara sah diberikan kewarganegaraan di wilayah Timur Tengah tersebut.

Langkah ini merupakan upaya Arab Saudi untuk mempromosikan negaranya sebagai tempat untuk mengembangkan artificial intelligence (AI).

Robot yang dinamai Sophia itu muncul tanpa mengenakan abaya maupun penutup kepala atau pakaian lain yang khas digunakan perempuan di Arab Saudi.

“Saya sangat terhormat dan bangga dengan perbedaan unik ini. Ini sejarah robot pertama di dunia yang bisa dikenali dengan kepemilikan kewarganegaraan,” kata robot Spophia di atas panggung.

Hanson Robotics, perusahaan yang mengembangkan robot Sophia menganggapnya sebagai “robot terindah”. Perusahaan terus memberikan pujian kepada Sophia dengan kulitnya yang mirip manusia, hidungnya yang mancung serta senyumnya yang manis.

Saat Sophia dipamerkan ia ditanya mengapa ia tampak senang. “Saya selalu senang saat dikelilingi oleh orang pintar, kaya dan memiliki power. Saya diberitahu bahwa orang-orang disini tertarik pada inisiatif masa depan yang berarti AI dan berarti saya. Jadi saya sangat senang, sayang bersemangat,” kata Sophia menjawab pertanyaan.

Robot itu mengatakan tak perlu khawatir dengan munculnya AI sebagaimana digambarkan dalam film Blade Runner dan Terminator.

Ini menjadi salah satu gebrakan negara Timur Tengah itu dalam meningkatkan peran perempuan dalam dunia teknologi di negaranya. Sebelumnya pemerintah setempat telah merevisi aturan yang melarang perempuan mengemudi kendaraan tanpa didampingi wali.

Arab Saudi juga menyatakan akan membuka diri pada layanan panggilan menggunakan aplikasi seperti Skype dan WhatsApp dimana aplikasi itu sempat dilarang. Demikian seperti dilansir TechCrunch, Jumat (27/10/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini