Soal Palapa Ring, Menkominfo: 2020, Internet Tidak Hanya Milik Orang di Jawa, tapi Indonesia

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 30 Oktober 2017 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 30 207 1804940 soal-palapa-ring-menkominfo-2020-internet-tidak-hanya-milik-orang-di-jawa-tapi-indonesia-HiJ3rwulEY.jpg (Foto: Business Standard)

JAKARTA – Internet kini menjadi kebutuhan banyak orang diberbagai daerah di Indonesia. Sayangnya, ketersediaan infrastruktur pendukung jaringan internet masih belum merata, sehingga tak semua masyarakat Indonesia bisa menikmati internet layaknya orang-orang di kota besar.

Mengatasi hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membangun infrastruktur internet melalui proyek Palapa Ring. Proyek ini terbagi dalam tiga kategori yakni paket Barat, paket Tengah dan paket Timur.

Proyek Palapa Ring telah dimulai sejak November 2016. Ketiga wilayah juga tengah dalam proses pembangunan infrastruktur telekomunikasi, dan ditargetkan rampung pada 2019. Berkat proyek Palapa Ring, semua kotamadya sudah dapat mengakses internet dengan kecepatan tinggi.

“Kominfo punya program Palapa Ring, targetnya selesai 2019. Semua kotamadya setidaknya di ibukotanya, sudah ada akses internet kecepatan tinggi,” terang Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam peluncuran e-money bernuansa Palapa Ring di Jakarta, Senin (30/10/2017).

Proyek Palapa Ring sendiri dibangun untuk mewujudkan ekonomi digital, seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih. Di tahun 2020 bahkan, tak hanya penduduk di pulau Jawa, warga di seluruh Indonesia juga akan memiliki akses pada jaringan internet.

“Kita membangun infrastruktur ini untuk ketersediaan digital ekonomi tidak hanya milik orang-orang di Jakarta. Tahun 2020, (internet) tidak hanya milik orang Jawa tapi orang Indonesia baik dari Merauke sampai ke Sabang, dari Miangas sampai ke pulau Rote, kita akan terus bangun internet berkecepatan tinggi,” papar menteri yang akrab disapa Chief RA itu.

Proyek Palapa Ring untuk paket Barat ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2018. Sementara paket Tengah dan Timur segera menyusul paket Barat, sehingga di 2019 seluruh infrastruktur yang dibangun dalam proyek Palapa Ring bisa dioperasikan.

Untuk diketahui, paket Barat akan menjangkau wilayah Riau dan Kepulauan Riau (sampai dengan Pulau Natuna) dengan total panjang kabel serat optik sekira 1.980 km dan nilai kontrak selama 15 tahun sebesar Rp3,4 triliun.

Paket Tengah akan menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai Kepulauan Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat optik sekira 2.647 km dan nilai kontrak selama 15 tahun sebesar Rp3,5 triliun.

Sementara itu, paket Timur menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua (sampai pedalaman Papua) dengan total panjang kabel serat optik sekira 8.454 km dan nilai kontrak selama 15 tahun sebesar Rp14 triliun. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini