Waduh! Smartphone Bikin Nikon Tutup Pabrik di China, Kok Bisa?

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 01 November 2017 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 31 207 1805943 waduh-smartphone-bikin-nikon-tutup-pabrik-di-china-kok-bisa-3FLkATuSCl.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA – Kehadiran smartphone yang juga mengunggulkan fitur kamera memang tak dapat menggantikan fitur kamera digital sesungguhnya. Namun tak dapat dielakkan bahwa kehadiran smartphone membuat industri kamera menyusut.

Hal tersebut juga diakui oleh Nikon dimana mereka menyatakan kebangkitan smartphone menyebabkan runtuhnya pasar kamera pocket. Produsen kamera itu kini memutuskan untuk menutup pabrik kamera digitalnya di provinsi Jiangu, China.

Keputusan ini dibuat dewan direksi Nikon pada sebuah pertemuan yang dilakukan 30 Oktober. Nikon Imagine, anak perusahaan Nikon di China itu telah terbentuk sejak 2002 di kota Wuxi, Jiangsu, China.

Pabrik itu telah bertanggungjawab untuk perakitan kamera pocket dan lensa DSLR, serta mempekerjakan 2.285 pekerja hingga bulan September lalu.

Nikon mengatakan keputusan untuk menutup pabrik di China itu dikarenakan smartphone yang mengikis bisnis kamera pocket.

“Dalam beberapa tahun terakhir [....] karena munculnya smartphone, pasar kamera pocket telah menyusut dengan cepat, menyebabkan penurunan tingkat operasi yang signifikan di (Nikon Imagine) China dan menciptakan lingkungan bisnis yang sulit,” kata Nikon.

Selain di China, Nikon juga memproduksi kamera digitalnya di fasilitasnya di Jepang dan Thailand.

Pasar kamera pocket saat ini terbilang hampir mati setelah menghadapi persaingan selama setengah dasawarsa terakhir, seiring peningkatan kualitas kamera smartphone yang semakin tinggi. Alhasil kejayaan kamera pocket tergerus.

“Pasar global untuk kamera pocket menyusut hingga sepersepuluh dari puncaknya dalam dekade terakhir. (Nikon) mengharapkan untuk menjual 4,8 juta kamera digital secara keseluruhan pada tahun terakhir yang berakhir pada Maret 2018, tercatat turun 24%. Untuk segmen kamera pocket, penjualan diproyeksikan turun 28%,” tulis laporan Nikkei Asian Riview.

Mengatasi persaingan yang semakin ketat, Nikon menjalankan restrukturisasi dimana perusahaan akan lebih fokus pada “produk yang bernilai tambah tinggi”, seperti kamera DSLR dan kamera mirrorless Nikon selanjutnya yang dirumorkan mengusung sensor full frame. Demikian seperti dilansir Peta Pixel, Rabu (1/11/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini