Ini Cara Registrasi Kartu Prabayar Terbaru dari Masing-Masing Operator

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Selasa 31 Oktober 2017, 15:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 31 54 1805789 ini-cara-registrasi-kartu-prabayar-terbaru-dari-masing-masing-operator-TxF8jU2md3.jpg Ilustrasi kartu prabayar (Foto: Kominfo)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menetapkan aturan baru mengenai registrasi pelanggan kartu prabayar. Dengan adanya aturan baru tersebut pengguna diminta untuk melakukan registrasi dengan menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Adapun cara registrasi dari masing-masing operator di Tanah Air memiliki sedikit perbedaan. Selain itu perbedaan juga terdapat pada informasi yang diberikan oleh pelanggan baru dan pelanggan lama. Seperti apa caranya? Berikut ini rinciannya.

Registrasi Pelanggan Baru

Untuk pengguna baru Telkomsel caranya ialah ketik SMS Reg (Spasi) NIK#No.KK#. Setelah itu pengguna bisa mengirimnya ke nomor 4444. Pengguna kartu perdana XL Axiata bisa mengetikkan Daftar#NIK#No.KK​ dan mengirim ke nomor yang sama, 4444.

Kemudian, bagi pengguna kartu perdana Indosat Ooredoo, Smartfren, dan Hutchison Tri, dapat mengirim SMS berisi NIK#No.KK# dan kirim ke 4444.

Registrasi Pelanggan Lama

Bagi pelanggan lama Telkomsel cara registrasinya ialah ULANG (Spasi) NIK#No.KK#​, kirim ke 4444. Sedangkan pelanggan lama XL Axiata yakni ULANG#NIK#No.KK dan kirim ke 4444.

Terakhir, pelanggan lama Indosat Ooredoo, Smartfren, dan Hutchison Tri bisa melakukan registrasi dengan cara mengetik ULANG#NIK#No.KK#. Adapun nomor yang dituju masih sama yakni 4444.

Dijelaskan oleh Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Rony Mamur Bishry, pelanggan prabayar diberikan kesempatan untuk melakukan tiga kali registrasi di satu operator yang sama. Jika lebih dari tiga kali, mereka harus membuat formulir pengajuan ke gerai operator tersebut.

Selain itu jika gagal melakukan registrasi sebanyak lima kali, pelanggan harus membuat surat penyataan dengan mengatakan bahwa semua data diri yang diserahkan adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Maksimum tiga kali registrasi dari satu operator, kalau lebih kita harus ke gerai. Kemudian kalau lima kali kita gagal, bisa buat surat pernyataan bahwa data ini semuanya benar. Tapi tetap harus mencocokkan data dengan Dukcapil, kita bisa tanya ke Dukcapil apanya yang salah," kata Rony di Jakarta, Jumat 27 Oktober 2017.

Sebagaimana diketahui, pemerintah memberikan masa tenggang jika pengguna belum melakukan registrasi sampai 28 Februari 2018. Masa tenggang tersebut dibagi menjadi tiga periode dengan pola waktu 30-15-15. 

Jika satu bulan (30 hari) setelah batas waktu belum melakukan registrasi, maka nomor yang digunakan tidak akan bisa melakukan panggilan dan SMS ke nomor lain. Kemudian pelanggan diberikan tenggang waktu 15 hari (dua pekan). Apabila masih belum juga melakukan registrasi, maka pelanggan tak bisa menerima SMS dan telepon.

Setelah tenggang waktu kedua, dan masa tenggang ketiga (15 hari), maka operator akan menutup akses data atau internet bahkan melakukan pemblokiran secara total. ​​

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini