Rupanya! Lautan Berlapis-lapis Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 01 November 2017 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 31 56 1806101 rupanya-lautan-berlapis-lapis-dijelaskan-dalam-alquran-dan-sains-lQK6Y0bDrt.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Lautan rupanya memiliki lapisan-lapisan yang diketahui melalui penelitian modern. Sebelum peneliti mengetahui lapisan lautan tersebut, Alquran yang diturunkan sekira 14 abad lalu telah mengungkap mengenai lapisan di dalam lautan.

"Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun," Surah An-Nur Ayat 40.

Ayat di atas menyebutkan bahwa pada kondisi laut yang gelap gulita terdapat gelombang yang berlapis. Air laut tidak homogen karena densitas air laut bervariasi dari permukaan sampai ke dasar laut.

Baca juga: Menakjubkan! Alquran dan Sains Jelaskan Fakta-Fakta Laut Mati dan Laut Merah

Dalam buku Tafsir Ilmi 'Samudra dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang & Diklat Kementerian Agama RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan mengenai lautan yang berlapis-lapis.

Densitas air laut merupakan fungsi dari temperatur, salinitas, dan tekanan. Karena temperatur, salinitas, dan tekanan bervariasi terhadap kedalaman maka densitas air laut bervariasi terhadap kedalaman.

Hal ini menyebabkan laut menjadi terstratifikasi atau berlapis-lapis. Jika ditinjau dari variasi temperatur terhadap kedalaman maka laut terbagi dalam tiga lapisan.

Baca juga: Alquran dan Sains Jelaskan Awal Kehidupan Dimulai dari Laut, Kok Bisa?

Pertama, lapisan homogen atau disebut mixed layer di mana temperatur konstan terhadap kedalaman. Kedua, lapisan termoklin, di mana temperatur berkurang dengan cepat terhadap kedalaman.

Ketiga, lapisan dalam atau deep layer di mana temperatur berkurang dengan lambat terhadap kedalaman. Berdasarkan variasi salinitas terhadap kedalaman, laut dapat dibagi dalam tiga lapisan.

Pertama, lapisan homogen di mana salinitas konstan terhadap kedalaman. Kedua, lapisan haloklin di mana salinitas bertambah atau berkurang terhadap kedalaman. Ketiga, lapisan dalam di mana salinitas berkurang secara perlahan terhadap kedalaman.

Dari sudut pandang variasi densitas terhadap kedalaman, laut dapat dibagi dalam tiga lapisan, yaitu lapisan homogen di mana densitas konstan terhadap kedalaman, lapisan piknoklin di mana densitas bertambah dengan cepat terhadap kedalaman, dan lapisan dalam di mana densitas berkurang dengan lambat terhadap kedalaman.

Berdasarkan ketersediaan cahaya di lapisan laut, laut terbagi dalam tiga lapisan, yaitu lapisan euphotic atau disebut juga sunlight zone (0-80 meter), lapisan disphotic atau twilight zone (80-200 meter), dan lapisan aphotic atau midnight zone (lebih besar daripada 200 meter).

Lapisan euphotic merupakan lapisan yang mendapat sinar matahari yang cukup banyak yang memungkinkan terjadinya proses fotosintesis oleh tanaman laut, termasuk fitoplankton. Terumbu karang dapat tumbuh dengan baik di lapisan ini.

Lapisan disphotic merupakan lapisan yang kurang mendapat sinar matahari, dan lapisan aphotic adalah lapisan yang tidak mendapat sinar matahari atau lapisan yang gelap gulita. Inilah yang diungkapkan dengan 'gelap gulita yang bertindih-tindih' dalam firman Allah pada Surah An-Nur Ayat 40.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini