Wow! 30,2 Juta Pelanggan Telah Lakukan Registrasi SIM Card

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 01 November 2017, 17:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 01 16 1806616 wow-9-juta-pelanggan-telah-lakukan-registrasi-sim-card-mMIXdoFuNR.jpg foto: ilustrasi shutterstock

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika telah merilis aturan terkait registrasi SIM card bagi pelanggan jasa telekomunikasi di Indonesia. Aturan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Kominfo (PM Kominfo) Nomor 21 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas PM Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Berdasarkan aturan yang baru ini, pelanggan operator seluler diwajibkan melakukan registrasi saat membeli kartu perdana. Pelanggan juga diharuskan menggunakan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) dalam melakukan proses registrasi kartu perdana.

Aturan ini telah disosialisasikan sejak pertengahan Oktober 2017. Sementara itu, proses registrasi bagi pelanggan dimulai sejak 31 Oktober 2017 – 28 Februari 2018. Artinya warga yang baru saja membeli kartu perdana per 31 Oktober diwajibkan untuk melakukan registrasi SIM card untuk bisa digunakan.

“Dimulai 31 Oktober 2017, pelanggan harus melakukan registrasi nomor perdana. Nomor perdana mulai bisa dipakai ketika sudah diregistrasi,” kata Plt Kepala Biro Humas Kominfo Noor Iza, kepada Okezone di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tak hanya pelanggan yang baru membeli kartu perdana, pelanggan prabayar yang telah lama menggunakan jasa telekomunikasi juga diwajibkan untuk melakukan registrasi ulang dengan mencantumkan NIK dan KK.

Dalam praktik registrasi SIM card, Kominfo bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Dalam hal ini, data yang dikirimkan oleh pelanggan jasa telekomunikasi akan divalidasi pada data yang dimiliki oleh Dukcapil.

Caranya sendiri terbilang sederhana. Pelanggan bisa melakukan proses registrasi hanya dengan mengirimkan pesan singkat atau SMS sesuai dengan format yang ditentukan oleh operator seluler.

Pelanggan diminta untuk mengirimkan data NIK dan Nomor KK dengan format SMS yang telah ditentukan oleh operator ke nomor. Informasi tersebut harus sesuai dengan NIK yang tertera di KTP-el dan KK agar proses validasi ke database Dukcapil berhasil.

Diakui Noor Iza aturan Kominfo ini mendapat respons positif baik dari operator seluler maupun pelanggan. Sejak aturan registrasi ini diumumkan yakni pada 11 Oktober hingga 1 November pukul 16.30, tercatat sudah tembus 30,2 juta pelanggan melakukan registrasi. (fmi)

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini