Iseng Banget! Orang-Orang Ini Tipu Pembeli iPhone X dengan Toko Palsu

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 03 207 1808041 iseng-banget-orang-orang-ini-tipu-pembeli-iphone-x-dengan-toko-palsu-9e9bjkZQMd.jpg (Foto: Youtube)

JAKARTA - Penggemar Apple yang disebut sebagai Fanboy Apple memang terkenal cukup radikal soal produk terbaru. Demi mendapatkan iPhone edisi anyar mereka rela mengantre selama berjam-jam bahkan berhari-hari sebelum toko Apple dibuka.

Antrean panjang pun cukup biasa jika perusahaan asal California itu mulai menjual produknya. Bahkan, untuk iPhone X yang memiliki harga selangit, mereka tetap setia untuk mengantre di depan pintu masuk toko Apple.

Sekelompok orang yang tergabung dalam Improv Everywhere kemudian mencoba mengelabui calon pembeli iPhone X. Mereka "mengubah" stasiun kereta api bawah tanah di New York, AS, menjadi toko Apple palsu. Logo Apple pun ditempelkan pada dinding kaca pintu masuk ke bawah stasiun.

Baca juga: Waduh! Baru Dijual, 300 iPhone X Digondol Perampok

Pintu masuk yang menggunakan lift itu terletak di East 23rd Street dan Park Avenue di Manhattan. Agar meyakinkan Fanboy Apple beberapa dari mereka menyamar jadi karyawan toko Apple dengan mengenakan kaus biru berlogo perusahaan.

Mereka mengatakan bahwa Apple sedang membuka toko baru di stasiun kereta bawah tanah karena di Fifth Avenue sedang menjalani renovasi. Beberapa calon pembeli yang percaya dengan karyawan toko Apple palsu kemudian mengantre di depan pintu masuk.

Baca juga: Fitur Face ID iPhone X Ditipu Anak Kembar, Kok Bisa?

Sedikitnya ada 50 orang calon pembeli yang mengantre dan tertipu dengan ulah iseng orang-orang tersebut. Beberapa dari mereka percaya bakal mendapatkan iPhone X di tempat tersebut, namun sebaliknya. Tak diketahui apa tujuan mereka dengan membuka toko Apple palsu.

Beberapa dari calon pembeli awalnya percaya bahwa toko itu merupakan perilisan iPhone X secara diam-diam untuk mengiklankan toko Apple baru. Pasalnya, beberapa dari mereka yang mengantre ternyata adalah orang-orang yang menyamar sebagai calon pembeli.

‚Äč

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini