Lenovo Akuisisi Bisnis PC Fujitsu Demi Hadang HP, Benarkah?

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 03 207 1808060 lenovo-akuisisi-bisnis-pc-fujitsu-demi-hadang-hp-benarkah-n26MO8a73P.jpg (Foto: Reuters)

BEIJING – Lenovo telah mengumumkan bahwa pihaknya akan mengakuisisi saham mayoritas di bisnis PC Fujitsu. Perusahaan asal China itu akan menggelontorkan sekira USD269 juta atau setara dengan Rp3,6 triliun.

HP baru-baru ini menyalip Lenovo menjadi produsen PC terbesar di dunia dalam volume bisnisnya, dengan margin keuntungan yang sangat ketat. Kesepakatan itu menjadi pertanda bahwa Lenovo kukuh bertekad untuk menjadi pemain besar di pasar PC.

Perusahaan mengumumkan langkah tersebut sebagai "kolaborasi strategis" dan "usaha patungan" yang melibatkan Development Bank of Japan (DJB). Mereka akan bersama-sama meneliti, mengembangkan dan merancang perangkat komputasi klien baru untuk pasar PC global.

Lenovo telah mengambil 51% saham di Fujitsu Client Computing Limited, yang telah beroperasi sebagai anak perusahaan Fujitsu. Sementara DBJ memiliki saham yang lebih kecil yakni hanya 5%.

Transaksi kesepakatan ini akan ditutup pada kuartal pertama 2018. Selama proses itu, produk anak perusahaan Fujitsu masih akan bermerek Fujitsu.

Kedua perusahaan akan bekerja sama untuk menumbuhkan pasar PC di Jepang dan seluruh dunia. Lenovo berharap bisa memanfaatkan kesepakatan ini dan kemampuan manufaktur barunya untuk menyaingi vendor pesaing.

“Melalui kolaborasi strategis ini, Fujitsu dan Lenovo bertujuan untuk mendorong pertumbuhan, skala dan daya saing lebih lanjut dalam bisnis PC baik di Jepang maupun di seluruh dunia," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan.

“Perusahaan patungan ini akan memanfaatkan kemampuan Fujitsu dalam penjualan global, dukungan pelanggan, litbang, integrasi sistem dan produksi yang secara otomatis dan efisien memenuhi permintaan pelanggan. Selain itu, ini akan mendapatkan keuntungan dari skala global berkat kehadiran Lenovo. Fujitsu akan terus menawarkan portofolio bermerek Fujitsu,” terangnya.

CEO Lenovo Yang Yuanqing sendiri, disebut ingin beralih fokus dari bisnis mobilenya, seperti diklaim Bloomberg. Pasalnya, akuisisi Motorola dari Google pada 2014 belum membuat bisnis mobile perusahaan mendapatkan kemajuan yang signifikan di luar China. Demikian dilansir The Inquirer, Jumat (3/11/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini