Ternyata! Alquran dan Sains Jelaskan Matahari sebagai Penentu Waktu dan Arah

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 03 56 1807701 ternyata-alquran-dan-sains-jelaskan-matahari-sebagai-penentu-waktu-dan-arah-uD4Snd3xfd.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA – Matahari memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Tak hanya untuk menyinari Bumi, secara langsung benda berukuran amat besar itu juga menjadi penunjuk waktu dan arah bagi manusia.

Seperti dijelaskan dalam buku Tafsir Ilmi 'Manfaat Benda-Benda Langit dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), matahari merupakan penentu waktu dan arah.

Fenomena demikian ini dimungkinkan karena pergerakan Bumi pada porosnya dan peredaran Bumi mengitari matahari merupakan perputaran yang bersifat tetap.

Perputaran Bumi pada porosnya menyebabkan matahari tampak terbit dan terbenam. Karena Bumi mengelilingi matahari dengan sumbu rotasi yang miring 23,5 derajat, maka Bumi mengalami perubahan musim secara berkala.

Keadaan ini kemudian dimanfaatkan untuk pedoman penentuan waktu. Masa edar itu disebut satu tahun, yang lamanya 365 hari lebih sedikit.

Berkaitan dengan fenomena ini, Allah berfirman dalam salah satu ayat Alquran. "Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui," Surah Yunus Ayat 5.

Frasa 'adadus sinin terdiri dari dua kata, yakni 'ada dan sinin. Kata yang pertama merupakan bentuk masdar dari kata kerja 'adda - ya'uddu - 'addan - 'adadan, yang artinya menghitung. Dengan demikian, 'adad berarti hitungan.

Adapun yang kedua merupakan bentuk jamak (plural) dari sinn atau sanah, yang artinya tahun. Dengan makna etimologi yang seperti ini maka istilah 'adadus sinin dapat diartikan "hitungan tahun-tahun".

Tahun adalah satuan hitungan waktu yang biasa dipergunakan manusia untuk mengetahui perjalanan masa dalam kehidupan mereka. Dalam menghitung waktu ini, mereka berpedoman kepada matahari dan bulan.

Penetapan ini didasarkan pada pengamatan yang dilakukan terhadap keduanya dalam waktu yang cukup lama. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa keduanya merupakan benda langit yang bergerak dalam orbitnya secara pasti dan dalam kurun waktu yang tetap.

Karena itu, menjadikan keduanya sebagai pedoman waktu merupakan ijtihad yang tepat dan disepakati secara umum. Sejak penetapan ini, sebagian besar manusia di Bumi sepakat untuk menggunakannya sebagai hitungan waktu, yang disebut kalender, seperti yang ada saat ini. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini