Marak GIF Pornografi di WhatsApp, Dirjen Aptika Kominfo: Kami Telah Hubungi Tenor

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 06 November 2017, 20:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 06 207 1809495 marak-gif-pornografi-di-whatsapp-dirjen-aptika-kominfo-kami-telah-hubungi-tenor-ftmmIzpyOF.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menerima banyaknya laporan konten pornografi di platform WhatsApp. Konten itu ditemukan pada GIF yang tersedia di WhatsApp melalui pihak ketiga.

Perusahaan penyedia GIF di WhatsApp itu sendiri yakni Tenor dan Giphy. Tak lama setelah menerima laporan dari masyarakat, Kominfo melayangkan surat peringatan kepada Facebook sebagai perusahaan yang menaungi WhatsApp.

Sayangnya, Facebook menyatakan tak bisa memantau konten itu karena memiliki enkripsi end-to-end. Oleh karenanya, Facebook meminta pemerintah untuk melakukan koordinasi dengan Tenor dan Giphy.

Giphy sendiri menyambut positif rekomendasi dari Kominfo untuk memfilter konten GIF di WhatsApp sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia. Sementara untuk Tenor, Kominfo baru melakukan koordinasi pada Senin (6/11/). Pasalnya, Kominfo baru mendapatkan kontak dari perusahaan yang menyediakan konten GIF itu.

"Kami mendapatkan kontak personnya baru saja, dan kami telah menghubunginya (Tenor). Diharapkan bisa merespons segera, paling tidak, tidak bisa diakses dari Indonesia atau geo filtering," kata Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani dalam acara Talk to iNews di Jakarta, Senin (6/11/2017).

Selain itu, Kominfo juga mendesak Facebook untuk menindak konten pornografi di platform WhatsApp meski konten itu bersumber dari pihak ketiga.

"Facebook mengatakan itu tanggungjawab pihak ketiga yang terkoneksi ke jaringan mereka karena itu terenkripsi. Tapi harusnya mereka bertanggungjawab," katanya.

Kominfo sendiri memberikan tenggat waktu 2x24 jam baik kepada Facebook maupun Tenor untuk menanggapi peringatan yang dilayangkannya. Jika dalam tenggat waktu itu pihat terkait tak juga merespons, Kominfo bahkan tak segan untuk melakukan pemblokiran. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini